Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Gaspol MBG 3B! Sekda Banten Minta Semua Sektor Bergerak, Ibu Hamil dan Balita Jadi Prioritas

Laporan: Firman
Kamis, 05 Maret 2026 | 18:14 WIB
Sekda Banten Deden Apriandhi saat membuka Konsolidasi Mitra Kerja Penguatan Program Prioritas MBG 3B Tahun 2026 di Pendopo Gubernur Banten, Serang, Rabu (4/3/2026). - Biro Adpimpro Banten -
Sekda Banten Deden Apriandhi saat membuka Konsolidasi Mitra Kerja Penguatan Program Prioritas MBG 3B Tahun 2026 di Pendopo Gubernur Banten, Serang, Rabu (4/3/2026). - Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM - Serang — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digenjot di Provinsi Banten. Pemerintah daerah menegaskan, program ini bukan sekadar pembagian makanan, melainkan strategi besar membangun kualitas manusia sejak dalam kandungan.
 

Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat konsolidasi lintas sektor agar program MBG 3B—yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD—bisa berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
 

Penegasan itu disampaikan Deden saat membuka Konsolidasi Mitra Kerja Penguatan Program Prioritas MBG 3B Tahun 2026 di Pendopo Gubernur Banten, Serang, Rabu (4/3/2026).
 

Konsolidasi Lintas Sektor Diperkuat
 

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Satgas MBG Provinsi Banten, Deden menekankan pentingnya kesamaan persepsi antarinstansi agar pelaksanaan program berjalan efektif.
 

“Melalui konsolidasi yang solid dan kolaboratif, program MBG 3B diharapkan lebih cepat diterima masyarakat dan diimplementasikan secara optimal,” kata Deden.
 

Ia menegaskan, program MBG bukan program jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.
 

Acara tersebut turut dihadiri Plt Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Wahyuniati, serta Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Yuda Ganda Putra.
 

Selain itu hadir pula perangkat daerah kabupaten/kota, unsur TNI, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), dan Tim Pendamping Keluarga (TPK).
 

Bukan Sekadar Bagi Makanan
 

Deden menegaskan bahwa program MBG 3B merupakan bagian dari strategi pembangunan manusia yang komprehensif.
 

Data tahun 2025 menunjukkan jumlah sasaran program cukup besar, yakni:

- 38.534 ibu hamil

- 14.114 ibu pascasalin

- 60.768 anak baduta
 

“MBG 3B bukan sekadar pemberian makanan, tetapi upaya serius memperbaiki kualitas generasi masa depan,” tegasnya.
 

Ribuan SPPG Sudah Dibentuk, Tapi Belum Maksimal
 

Pemerintah Provinsi Banten mencatat hingga kini sudah terbentuk 1.081 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun dari jumlah tersebut, baru 258 unit yang melayani program MBG 3B.
 

Karena itu, Deden mendorong penambahan serta optimalisasi peran SPPG agar cakupan layanan gizi bagi kelompok rentan semakin luas.
 

Ia juga mengingatkan pentingnya pendataan yang akurat agar program tidak salah sasaran.
 

“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada data yang jelas dan mekanisme yang tepat,” ujarnya.
 

Edukasi Kesehatan Jadi Kunci
 

Sementara itu, Wahyuniati menjelaskan program MBG 3B tidak hanya fokus pada distribusi makanan bergizi.
 

Melalui mekanisme distribusi harian, para penerima manfaat juga akan mendapatkan edukasi rutin dari pendamping keluarga.
 

Materi edukasi tersebut mencakup:
 

- Pola hidup sehat

- Pemeriksaan kesehatan ibu hamil

- Pentingnya ASI eksklusif

- Pola asuh anak usia di bawah lima tahun
 

“Ibu hamil didorong rutin memeriksakan kesehatan untuk memastikan pertumbuhan janin optimal,” kata Wahyuniati.
 

Akselerasi Menuju Generasi Sehat
 

Pemprov Banten bersama BKKBN dan berbagai mitra akan terus mempercepat implementasi program MBG 3B melalui kolaborasi lintas sektor.
 

Targetnya jelas: memastikan ibu dan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup sejak dini, sekaligus menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.

 

Sumber: bantenprov.go.idrajamedia

Komentar: