Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

ITS Buka Suara soal Dugaan Skandal Riset Palsu di Denmark

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:11 WIB
Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Prof. Bambang Pramujati - Foto: Dok. ITS -
Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Prof. Bambang Pramujati - Foto: Dok. ITS -

RMBANTEN.COM — Surabaya — Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Prof. Bambang Pramujati menegaskan kampusnya menjunjung tinggi integritas akademik, etika penelitian, dan kejujuran ilmiah di seluruh aktivitas akademik maupun riset.
 

Pernyataan itu disampaikan menyusul dugaan skandal penelitian palsu yang mencuat dalam ajang International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Diseases (ISPPD) di Kopenhagen, Denmark, pada 17–21 Mei 2026.
 

Dalam kasus tersebut, nama Departemen Teknik Biomedik ITS dan seorang alumnus ITS disebut ikut tercatut sebagai kontributor penelitian.
 

“ITS turut menghormati proses klarifikasi, verifikasi, dan investigasi yang dilakukan pihak terkait,” ujar Bambang dalam keterangannya, Minggu (30/5/2026).
 

Tidak Ada “School of Biomedical Engineering”
 

ITS mengaku telah mencermati berbagai informasi yang beredar terkait dugaan fraud atau manipulasi riset yang menyeret nama institusi.
 

Berdasarkan hasil penelusuran internal, ITS menemukan adanya informasi yang tidak sesuai fakta.
 

Salah satunya terkait penyebutan “School of Biomedical Engineering” yang ternyata tidak pernah ada di struktur resmi kampus.
 

“Yang benar adalah Departemen Teknik Biomedik ITS atau Biomedical Engineering Department,” tegas Bambang.
 

Alumni ITS Mengaku Namanya Dicatut
 

ITS juga melakukan klarifikasi kepada Dimas Fajar Prasetyo yang namanya tercantum sebagai salah satu kontributor publikasi tersebut.
 

Dimas memang merupakan alumnus Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS.
 

Namun ia menegaskan pencantuman namanya dilakukan secara ilegal tanpa sepengetahuan dirinya.
 

“Saya sama sekali tidak mengetahui hal tersebut dan tidak melakukan penelitian tersebut,” ujar Dimas saat dikonfirmasi tim Unit Komunikasi Publik ITS.
 

ITS Tolak Manipulasi dan Pelanggaran Etik
 

Rektor ITS menegaskan pihaknya menolak segala bentuk manipulasi data, fabrikasi hasil penelitian, pelanggaran etika akademik, hingga penyalahgunaan nama institusi.

ITS memastikan akan mengambil langkah tegas jika ditemukan pelanggaran etik maupun pencatutan nama kampus secara ilegal.
 

“ITS akan menindak perilaku tersebut sesuai ketentuan akademik, hukum, dan peraturan yang berlaku,” tegas Bambang.
 

Komitmen Jaga Marwah Akademik
 

Bambang memastikan ITS akan terus menjaga marwah akademik dan memperkuat standar riset di lingkungan kampus.
 

Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya integritas dalam dunia penelitian internasional agar kredibilitas akademik tetap terjaga.rajamedia

Komentar: