Pertalite Turun 9 Persen, Tiket Pesawat & Kereta Didiskon: WFH Dilanjutkan!
RMBANTEN.COM — Jakarta — Pemerintah memutuskan melanjutkan kebijakan Work From Home (WFH) selama dua bulan ke depan setelah hasil evaluasi dinilai cukup positif.
Salah satu indikator yang diklaim pemerintah adalah turunnya penggunaan BBM jenis Pertalite hingga 9 persen pada April 2026.
Keputusan itu diambil dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Menteri terkait Evaluasi Kebijakan Transformasi Budaya Kerja dan Penyiapan Paket Stimulus Triwulan II/Semester II Tahun 2026.
“Tadi kita evaluasi terkait WFH dalam dua bulan dan terlihat hasilnya cukup baik. Terjadi penurunan penggunaan Pertalite di bulan April hingga 9 persen,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, dikutip Kamis (28/5/2026).
WFH Berlanjut, Swasta Ikut Disiapkan
Menurut Airlangga, kebijakan lanjutan terkait WFH akan segera ditindaklanjuti oleh kementerian dan lembaga terkait, termasuk kemungkinan penerapan pada sektor swasta.
Pemerintah menilai transformasi budaya kerja menjadi bagian penting dari efisiensi tata kelola pemerintahan sekaligus mendukung penghematan energi nasional.
Selain evaluasi WFH, pemerintah juga membahas refocusing anggaran dan penyesuaian kebijakan untuk menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan optimal pada semester II tahun 2026.
Penulis Dapat Insentif Pajak
Dalam rapat tersebut, pemerintah juga memutuskan memberikan insentif perpajakan bagi para penulis.
Royalti penulis nantinya dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 1,5 persen.
“Terkait perpajakan bagi penulis, tadi kita sudah putuskan untuk memberikan insentif pajak. Untuk penulis diberikan PPh Final Royalti sebesar 1,5 persen,” ujar Airlangga.
Kebijakan ini disebut sebagai upaya pemerintah mendukung industri kreatif dan ekosistem literasi nasional.
Tiket Kereta, Kapal, dan Pesawat Didiskon
Pemerintah juga menyiapkan paket stimulus transportasi untuk periode liburan sekolah hingga Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027.
Untuk periode liburan sekolah, pemerintah menyiapkan anggaran Rp190,5 miliar dengan target penerima manfaat lebih dari 3 juta orang.
Diskon yang diberikan meliputi:
1. Tiket kereta api potongan 30 persen untuk perjalanan 20 Juni–5 Juli 2026
2. Tiket kapal PT Pelni diskon 30 persen hingga 15 Agustus 2026
3. Pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP pada periode tertentu
Sementara pada periode Nataru, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp161,4 miliar dengan target hampir 2,9 juta penerima manfaat.
Tiket Pesawat Ekonomi Bebas PPN
Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan stimulus besar untuk transportasi udara.
Tiket pesawat domestik kelas ekonomi akan mendapatkan fasilitas PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen.
Untuk periode liburan sekolah, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp472,7 miliar dengan target 2,3 juta penumpang.
Sedangkan pada periode Nataru, anggaran yang disiapkan mencapai Rp722 miliar untuk sekitar 3,7 juta penumpang.
Selain PPN gratis, pemerintah juga memberikan diskon airport tax hingga 50 persen.
Program Magang dan Vokasi Dilanjutkan
Rakortas juga mengevaluasi Program Magang Nasional yang dinilai berhasil membuka akses pengalaman kerja dan memperkuat hubungan dunia pendidikan dengan dunia industri.
Pemerintah memastikan program tersebut akan dilanjutkan mulai Juli 2026 dengan target 150 ribu peserta.
Anggaran yang disiapkan mencapai Rp4,14 triliun.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program vokasi nasional untuk:
- 220 ribu lulusan SMK
- 50 ribu pekerja terdampak PHK
Total anggaran program vokasi mencapai Rp2,12 triliun guna memperkuat kompetensi dan kesiapan tenaga kerja nasional.![]()
Patandang | 5 hari yang lalu
Patandang | 4 hari yang lalu
Peristiwa | 3 hari yang lalu
Patandang | 1 hari yang lalu
Warta Banten | 6 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu
Warta Banten | 4 hari yang lalu
Patandang | 5 hari yang lalu
Kaamanan | 5 hari yang lalu