Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Kota Serang Melejit! Tembus 3 Besar Daya Saing, UMKM Jadi Mesin Utama

Laporan: Firman
Kamis, 23 April 2026 | 09:09 WIB
Wali Kota Serang Budi Rustandi - Foto: Dok Pemkot Serang -
Wali Kota Serang Budi Rustandi - Foto: Dok Pemkot Serang -

RMBANTEN.COM - Kota Serang — Lompatan besar ditorehkan Kota Serang. Ibu kota Provinsi Banten ini resmi menembus tiga besar Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 versi Badan Riset dan Inovasi Nasional.
 

Skor 4,08 jadi bukti: Serang bukan sekadar berkembang—tapi sedang melaju kencang.
 

Salip Daerah Besar, Tempel Kota Top
 

Dengan nilai 4,08, Serang melampaui rata-rata Provinsi Banten (3,95) dan nasional (3,50). Bahkan sukses mengungguli Kabupaten Tangerang (3,99) dan Kabupaten Serang (3,88).
 

Posisinya kini menempel ketat dua raksasa: Kota Tangerang Selatan (4,20) dan Kota Tangerang (4,13).
 

Daerah lain seperti Kota Cilegon, Lebak, dan Pandeglang tertinggal cukup jauh.
 

UMKM Jadi Motor, Pasar Produk Meledak
 

Kunci lonjakan ada di ekonomi kerakyatan. Pilar Pasar Produk mencetak skor fantastis: 4,93—tertinggi dan paling dominan.
 

Artinya jelas: perputaran uang UMKM hidup, usaha baru tumbuh, dan produk lokal makin kompetitif.
 

Dinamika bisnis juga jadi yang tertinggi se-Banten dengan skor 3,43. Ditambah adopsi teknologi (TIK) tembus 4,82—menandakan pelaku usaha sudah go digital.
 

Wali Kota: Jangan Cepat Puas!
 

Wali Kota Budi Rustandi merespons capaian ini dengan nada tegas: bukan untuk berpuas diri.
 

“Ini justru jadi dorongan untuk kerja lebih keras. Yang penting masyarakat merasakan dampaknya,” ujarnya.
 

Ia meminta seluruh OPD tidak sekadar mempertahankan, tapi meningkatkan kinerja.
 

Strategi Naik Level: Kolaborasi dan Inovasi
 

Kepala Bapperida, W. Hari Pamungkas, menyebut peningkatan ini hasil kolaborasi lintas sektor dan penguatan SDM.
 

Ke depan, target 2026 dipatok naik 10 persen. Strateginya:
 

1. Evaluasi pilar yang fluktuatif (kesehatan, tenaga kerja, inovasi) 

2. Dorong potensi daerah (produk unggulan, pariwisata, pendidikan) 

3. Perkuat pelayanan publik 


Pemkot juga menggandeng 14 perguruan tinggi dan 10 lembaga filantropi untuk memperkuat riset dan inovasi.
 

Kebijakan Pro Rakyat Kecil Jadi Kunci
 

Kepala DinkopUKMPerindag, Wahyu Nurjamil, menegaskan capaian ini tak lepas dari kebijakan yang berpihak ke UMKM.
 

Mulai dari bantuan packaging, kemudahan izin, hingga pembiayaan legalitas—semua diarahkan untuk memperkuat pelaku usaha kecil.
 

80 Persen UMKM, PAD Ikut Terdongkrak
 

Asda II Pemkot Serang, Yudi Suryadi, menyebut lebih dari 80 persen pelaku usaha di Serang adalah UMKM.
 

Menjamurnya kafe dan rumah makan jadi bukti nyata ekonomi bergerak—sekaligus penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
 

Menuju Episentrum Ekonomi Banten
 

Dengan capaian ini, Serang semakin mantap sebagai kota ramah investasi dan pro-UMKM.
 

Lonjakan daya saing ini bukan kebetulan. Ini hasil kerja kolektif, kebijakan tepat, dan keberanian berpihak pada ekonomi rakyat. Jika konsisten, Serang bukan cuma ikut peta—tapi siap jadi pusat ekonomi baru di Banten.rajamedia

Komentar: