Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Dari Lokal ke Nasional! UMKM Kota Serang Resmi Masuk Jaringan Ritel Besar”

Laporan: Firman
Rabu, 22 April 2026 | 09:08 WIB
Kepala DinkopUKMPerindag Kota Serang, Wahyu Nurjamil - Foto: Dok Pemkot Serang -
Kepala DinkopUKMPerindag Kota Serang, Wahyu Nurjamil - Foto: Dok Pemkot Serang -

RMBANTEN.COM - Serang – Dari dapur rumahan ke rak ritel modern. Pemerintah Kota Serang menunjukkan taringnya dalam mengangkat pelaku usaha mikro. Di bawah kepemimpinan Budi Rustandi dan Nur Agis Aulia, belasan produk UMKM lokal kini resmi menembus jaringan ritel besar.
 

Langkah ini bukan sekadar pencapaian—tapi loncatan kelas bagi ekonomi kerakyatan.
 

Masuk Ritel Nasional, Jangkauan Makin Luas
 

Melalui fasilitasi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Serang, produk UMKM kini dipasarkan di jaringan Alfamart dan Indomaret.
 

Distribusinya tak hanya di Kota Serang, tapi meluas hingga Provinsi Banten dan wilayah Bitung, Tangerang.
 

11 Produk di Alfamart, 8 di Indomaret
 

Kepala DinkopUKMPerindag Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengungkapkan capaian konkret program ini.
 

Sebanyak 11 merek UMKM telah masuk Alfamart, sementara 8 merek lainnya telah tersedia di Indomaret.
 

Mayoritas produk berupa makanan kering khas Kota Serang—siap bersaing di pasar modern.
 

Dibina Ketat: Dari Kemasan hingga Gizi
 

Kesuksesan ini bukan datang tiba-tiba. Pemerintah melakukan pendampingan intensif selama dua tahun terakhir.
 

Fokusnya jelas:
 

1. Perbaikan kemasan (packaging

2. Pencantuman informasi nilai gizi 

3. Sertifikasi halal 

4. Standar kualitas produk 
 

“Ini syarat mutlak agar produk lokal bisa bersaing dan layak masuk ritel modern,” tegas Wahyu.
 

Proses Kurasi Ketat, Tak Semua Lolos
 

Setiap produk harus melewati proses kurasi ketat dari pihak ritel.
 

Tim Pemkot memfasilitasi seluruh tahapan—dari pengajuan hingga seleksi akhir.
 

Bagi yang belum lolos, pembinaan tetap dilanjutkan.
 

“Kami tidak berhenti. UMKM yang belum masuk akan terus kami dampingi,” ujar Wahyu.
 

Harga Tetap Bersahabat
 

Kerja sama dilakukan dengan sistem konsinyasi (titip jual).
 

Yang menarik, harga produk tetap kompetitif dan tidak memberatkan konsumen—sama seperti harga di pasar umum.
 

Perwal Jadi Payung, UMKM Jadi Tuan Rumah
 

Program ini merupakan implementasi kebijakan daerah yang mendorong penggunaan produk lokal.
 

Target besarnya jelas: produk UMKM Serang tak hanya bertahan, tapi menjadi tuan rumah di daerah sendiri.
 

Evaluasi Dampak, Bukan Sekadar Pajangan
 

Pemkot tak ingin program ini berhenti di etalase.
 

Evaluasi berkala akan dilakukan untuk mengukur dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan pelaku UMKM.
 

“Kami ingin lihat dampak riilnya bagi kesejahteraan mereka,” pungkas Wahyu.
 

Masuk ritel modern adalah pintu besar—tapi juga tantangan baru. Konsistensi kualitas jadi kunci. Jika dijaga, UMKM Serang bukan hanya naik kelas—tapi siap menembus pasar yang lebih luas lagi.rajamedia

Komentar: