Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Andra Soni Declare War! Titip Siswa dan Pungli SPMB di Banten Siap Disikat

Laporan: Tim Redaksi
Jumat, 05 Juni 2026 | 18:55 WIB
Foto ilustrasi - RMN -
Foto ilustrasi - RMN -

RMBANTEM.COM — Serang — Pemerintah Provinsi Banten mulai pasang badan menghadapi praktik titip-menitip siswa yang selama ini menjadi momok dalam penerimaan murid baru.
 

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 harus bersih dari pungutan liar, manipulasi data, hingga praktik gratifikasi.
 

Untuk memastikan komitmen itu berjalan, Pemprov Banten membuka helpdesk pengaduan dan jalur pelaporan resmi melalui Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG).
 

Masyarakat yang menemukan dugaan kecurangan saat proses SPMB dapat melapor melalui email: [email protected].
 

“SPMB harus berjalan transparan, objektif, adil, dan bebas penyalahgunaan wewenang,” tegas Andra Soni saat Penandatanganan Komitmen Bersama SPMB Ramah 2026/2027 di Pendopo Gubernur Banten, mengutip laman bantenprov.go.id.
 

Pemprov Banten Siapkan Sanksi Tegas
 

Pemprov memastikan setiap pelanggaran dalam proses penerimaan siswa baru akan ditindak sesuai tingkat kesalahan.

Mulai dari sanksi ringan, sedang, hingga berat disiapkan bagi pihak yang terbukti melakukan kecurangan.
 

Dinas Pendidikan Provinsi Banten juga membuka helpdesk khusus agar masyarakat bisa melaporkan praktik titip siswa, pungli, atau manipulasi data secara terbuka.
 

Kepala Sekolah Diminta Jangan Main-main
 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaluddin mengingatkan seluruh kepala SMA, SMK, dan SKh Negeri se-Banten agar mematuhi komitmen bersama tersebut.
 

Ia menegaskan tidak boleh ada lagi praktik “jalur belakang” dalam penerimaan siswa baru tahun ini.
 

“SPMB Ramah 2026 tidak ada titip-menitip. Semua harus berjalan adil, transparan, dan objektif,” tegas Jamaluddin.
 

Lima Prinsip SPMB Ramah 2026
 

Pemprov Banten memastikan pelaksanaan SPMB tahun ini mengedepankan lima prinsip utama:
 

1. Transparan

2. Berkeadilan

3. Inklusif

4. Tanpa diskriminasi

5. Objektif
 

Pemerintah berharap sistem ini mampu menciptakan proses penerimaan siswa baru yang bersih dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik.
 

Pendaftar Tembus 100 Ribu
 

SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 dijadwalkan berlangsung mulai 10 Juni hingga 10 Juli 2026.
 

Hingga awal Juni, jumlah pendaftar disebut sudah menembus lebih dari 100 ribu peserta.
 

Sementara daya tampung SMA dan SMK Negeri di Banten hanya tersedia untuk 82.703 siswa dari total 272 sekolah negeri.
 

Sekolah Gratis Jadi Solusi
 

Bagi siswa yang belum diterima di sekolah negeri, Pemprov Banten menyiapkan alternatif melalui Program Sekolah Gratis.
 

Saat ini terdapat 801 sekolah swasta mitra Program Sekolah Gratis yang bisa dipilih masyarakat tanpa biaya pendidikan.
 

Program itu mencakup SMA, SMK, dan SKh swasta, serta akan diperluas ke Madrasah Aliyah swasta mulai tahun ajaran 2026/2027.
 

Pemprov Minta Warga Jangan Diam
 

Pemprov Banten mengajak masyarakat aktif mengawasi pelaksanaan SPMB agar tidak lagi diwarnai praktik curang.
 

Warga yang menemukan titip-menitip siswa, pungutan liar, atau permainan jalur masuk diminta segera melapor melalui helpdesk pengaduan.
 

“Jangan diam. Laporkan jika ada kecurangan agar proses penerimaan siswa baru benar-benar adil untuk semua,” demikian imbauan Pemprov Banten.rajamedia

Komentar: