AHY Kunjungi Pesantren UAH Pandeglang: Bangun Jalan Penting, Bangun Jiwa Lebih Penting!
RMBANTEN.COM - Pandeglang - Pembangunan tak boleh hanya bicara beton dan baja. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan arah pembangunan nasional harus bertumpu pada nilai, karakter, dan integritas—bukan sekadar proyek fisik.
Pesan itu disampaikan AHY saat Safari Ramadan di Ma’had Islam Rafiatul Akhyar Institute, Pandeglang, Banten, Sabtu (21/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, AHY didampingi Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dan berdialog bersama Ustad Adi Hidayat (UAH).
Ramadan, Momentum Membasuh Niat
AHY menyebut Ramadan sebagai ruang refleksi bagi pejabat publik untuk memperkuat niat dan meluruskan orientasi pengabdian.
“Ini momen spesial di bulan suci Ramadan. Kita tidak hanya menyambung silaturahim, tetapi juga refleksi, kontemplasi, dan membasuh hati,” ujar AHY dalam keterangan tertulis, Minggu (22/2/2026).
Menurutnya, kepemimpinan tanpa fondasi spiritual berisiko kehilangan arah. Setiap kebijakan, kata dia, harus berpijak pada keadilan dan kemaslahatan.
“Ketika kita merasa berat menjalani proses dan perjuangan, ingatlah kita mendedikasikan semua itu untuk masyarakat luas. InsyaAllah, Allah SWT akan membalas dan menaikkan derajat kita,” ucapnya.
Infrastruktur Harus Berkeadilan
Dalam konteks tugas Kemenko Infra, AHY menekankan bahwa pembangunan jalan, jembatan, bendungan, perumahan, hingga konektivitas nasional tidak boleh dilepaskan dari prinsip keadilan sosial.
Persoalan agraria, pemerataan wilayah, dan penguatan kualitas SDM harus berjalan seiring. Infrastruktur, tegasnya, adalah alat. Tujuannya tetap kesejahteraan rakyat.
AHY menilai pembangunan yang hanya mengejar angka pertumbuhan tanpa memperhatikan nilai dan integritas akan rapuh di tengah dinamika global.
Ulama dan Umara, Fondasi Moral Bangsa
Safari Ramadan ini juga menjadi simbol sinergi ulama dan umara. AHY meyakini kolaborasi keduanya akan memperkuat arah pembangunan nasional.
“Jika ulama dan umara kokoh bersatu dalam sinergi dan kolaborasi, saling mengingatkan serta terus bertafakur, pembangunan akan memiliki arah yang lebih kuat dan bermakna,” ujarnya.
Ia mengapresiasi MIRA Institute sebagai model pendidikan yang menekankan keseimbangan antara ilmu dan pembentukan karakter.
Pembangunan Fisik Harus Ditopang Spiritualitas
Sementara itu, Ustad Adi Hidayat mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan penguatan spiritual.
“Mencoba menyeimbangkan narasi pembangunan kebangsaan dengan dasar intelektualitas dan fisikal, serta ditopang kekuatan spiritual yang kokoh,” paparnya.
Baginya, bangsa yang kuat bukan hanya yang infrastrukturnya megah, tetapi yang nilai moral dan integritasnya terjaga.
Arah Baru Pembangunan
Pesan dari Pandeglang itu jelas: membangun negeri bukan sekadar membangun proyek. Ada jiwa yang harus dijaga, ada karakter yang harus dibentuk.
Sinergi pemerintah dan ulama diharapkan menjadi pijakan kokoh menghadirkan pembangunan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Karena pada akhirnya, jalan yang baik memang penting. Tapi arah yang benar jauh lebih menentukan.![]()
Warta Banten 4 hari yang lalu
Ékobis | 6 hari yang lalu
Nagara | 4 hari yang lalu
Nagara | 5 hari yang lalu
Patandang | 3 hari yang lalu
Nagara | 5 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Kaamanan | 3 hari yang lalu
Pulitik Jero | 2 hari yang lalu

