Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Peringatan Cuaca Ekstrem, Gempa Guncang Sumbar dan Jabar

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 16 Februari 2026 | 19:38 WIB
Foto: TangkapanLayar BMKG
Foto: TangkapanLayar BMKG

RMBANTEN.COM - Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku hingga 21 Februari 2026. Penguatan Monsun Asia disebut menjadi pemicu utama meningkatnya potensi hujan lebat di berbagai wilayah Indonesia.
 

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan banjir dan longsor, seiring intensitas hujan yang diperkirakan tinggi dalam beberapa hari ke depan.
 

Hujan Lebat Meluas, Jakarta Selatan Siaga
 

BMKG mencatat potensi hujan lebat hingga sangat lebat terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. Kawasan Jabodetabek, Jawa Timur (mencakup 37 wilayah), serta Kalimantan Barat masuk dalam daerah yang perlu diwaspadai.
 

Khusus hari ini, Jakarta Selatan ditetapkan berstatus Siaga Hujan Lebat. Selain curah hujan tinggi, BMKG juga mengingatkan potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang, yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Imlek.
 

Aktivitas Gempa Terkini
 

Selain cuaca ekstrem, BMKG juga melaporkan sejumlah aktivitas seismik yang terjadi hari ini. Di Agam, Sumatera Barat, gempa bermagnitudo M 5,2 terjadi pukul 13.00 WIB dengan kedalaman 48 kilometer dan berpusat di laut arah barat daya wilayah tersebut.
 

Sementara itu, gempa darat berkekuatan M 2,2 juga tercatat mengguncang Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada pagi hari. Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi mengenai dampak kerusakan signifikan dari kedua kejadian tersebut.
 

Gelombang Tinggi dan Imbauan Keselamatan
 

BMKG turut mengingatkan masyarakat pesisir agar mewaspadai potensi peningkatan gelombang laut akibat kecepatan angin yang menguat. Nelayan dan pengguna transportasi laut diminta rutin memantau peta tinggi gelombang yang disediakan BMKG.
 

Untuk informasi cuaca, gempa, dan peringatan dini secara real-time, masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi InfoBMKG. Sementara pelaporan dampak bencana di lapangan dapat dilakukan melalui platform PetaBencana.id.
 

BMKG menegaskan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana di tengah dinamika cuaca ekstrem dan aktivitas alam yang meningkat.rajamedia

Komentar: