Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Menteri UNKM: Pasar Domestik Jangan Sampai Dikuasai Produk Impor

Laporan: Iyan Sopian
Selasa, 10 Maret 2026 | 22:11 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat membuka bazar ramadan - Humas Kemen UMKM -
Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat membuka bazar ramadan - Humas Kemen UMKM -

RMBANTEN.COM - Jakarta — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya menjaga kekuatan pasar domestik Indonesia agar tidak didominasi produk impor. Menurutnya, dengan jumlah penduduk yang besar, pasar dalam negeri harus menjadi ruang utama bagi produk-produk pelaku UMKM nasional.
 

Pernyataan itu disampaikan Maman saat membuka Bazar Ramadhan “Harmoni Ramadhan Bangkit Bersama UMKM: Menenun Tradisi Memperkuat Ekonomi UMKM” yang digelar di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
 

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Dharma Wanita Persatuan Kementerian UMKM bekerja sama dengan Epic Market Kriya Nusantara.
 

Pasar Domestik Harus Dijaga
 

Maman menilai Indonesia memiliki potensi pasar domestik yang sangat besar, sehingga perlu dijaga agar tidak menjadi ladang bagi dominasi produk impor.
 

Menurutnya, selain mendorong UMKM menembus pasar ekspor, pemerintah juga harus memastikan produk lokal mendapat tempat kuat di dalam negeri.
 

“Dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta orang, potensi pasar kita sangat besar. Jika tidak besar, tidak mungkin pasar domestik kita menjadi sasaran berbagai produk impor,” ujar Maman.
 

Ia menegaskan bahwa kekuatan pasar domestik harus menjadi pilar utama dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah.
 

Pemerintah Tertibkan Impor Ilegal
 

Maman juga menyampaikan bahwa pemerintah saat ini terus melakukan berbagai langkah strategis untuk melindungi pelaku UMKM dari persaingan yang tidak sehat.
 

Salah satunya dengan menertibkan peredaran barang impor ilegal yang berpotensi merugikan pelaku usaha dalam negeri.
 

Ia berharap masyarakat semakin meningkatkan penggunaan produk lokal agar UMKM nasional dapat tumbuh lebih kuat.
 

“Optimalisasi penggunaan produk lokal penting untuk memperkuat posisi pengusaha UMKM sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor,” katanya.
 

Perkuat Ekosistem UMKM
 

Pemerintah, lanjut Maman, saat ini tengah memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan kompetitif.
 

Dengan dukungan kebijakan yang tepat, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi global, tetapi juga berkembang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
 

“Dengan ekosistem yang kondusif, pengusaha UMKM diharapkan memiliki ruang yang lebih luas untuk tumbuh dan berkembang di pasar domestik,” ujar Maman.
 

Bazar Diikuti 100 Pelaku UMKM
 

Sementara itu, Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian UMKM Tina Astari menjelaskan bahwa bazar Ramadhan tersebut telah memasuki tahun kedua penyelenggaraan dan berlangsung hingga 12 Maret 2026.
 

Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM yang menampilkan berbagai produk, mulai dari kriya, kuliner, fesyen hingga produk kreatif lainnya.
 

Menurut Tina, bazar ini tidak hanya menjadi ruang transaksi ekonomi, tetapi juga sarana memperkuat silaturahmi dan jejaring usaha di kalangan pelaku UMKM.
 

“Bazar Ramadhan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengusaha UMKM untuk terus meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan produknya,” kata Tina.
 

Ia berharap para pelaku UMKM yang terlibat dapat semakin meningkatkan daya saing produknya, baik di pasar domestik maupun pasar global.rajamedia

Komentar: