Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Chaos di Sekolah Islam Pembangunan, Badrusalam Kutuk Penyelesaian ala Premanisme!

Laporan: Firman
Kamis, 04 Juni 2026 | 19:44 WIB
Anggota DPRD Kota Tangsel Badrusallam -
Anggota DPRD Kota Tangsel Badrusallam -

RMBANTEN.COM — Tangsel — Ketegangan pecah di lingkungan TK Islam Pembangunan dan SD Islam Pembangunan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Kamis (4/6/2026). 
 

Insiden itu melibatkan rombongan yang diduga berasal dari pihak UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan pihak Yayasan Syarif Hidayatullah.
 

Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan suasana panas di lokasi. Adu argumen hingga aksi saling dorong terjadi di area sekolah dan memicu keresahan masyarakat, khususnya para orang tua murid.
 

Dipicu Sengketa Pengelolaan dan Integrasi Aset
 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, ketegangan dipicu sengketa dualisme pengelolaan dan proses integrasi aset lembaga pendidikan Madrasah Pembangunan.

Dari pihak UIN Jakarta, integrasi pengelolaan satuan pendidikan disebut dilakukan dalam kerangka sistem Badan Layanan Umum (BLU). Langkah tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1543 Tahun 2025.
 

Bahkan, dua hari sebelum insiden terjadi, pihak kampus dikabarkan mengklaim bahwa proses sengketa telah mencapai titik kesepahaman.
 

Namun di sisi lain, Yayasan Syarif Hidayatullah menilai langkah tersebut sebagai bentuk pengambilalihan sepihak terhadap lembaga pendidikan yang selama ini berada dalam pengelolaan yayasan.
 

Pihak yayasan bahkan disebut telah menaikkan status siaga untuk menjaga operasional sekolah, baik yang berada di kawasan Ciputat maupun cabang Pamulang.
 

Situasi Masih Dijaga Ketat
 

Hingga Kamis malam, situasi di lokasi dilaporkan masih dalam pengawasan pihak terkait guna mencegah bentrokan lanjutan. Aparat dan unsur keamanan disebut terus melakukan pemantauan agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu.
 

Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena terjadi di lingkungan lembaga pendidikan yang selama ini dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan Islam ternama di Tangerang Selatan.
 

Anggota DPRD Tangsel Kutuk Keras
 

Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan Badrusalam yang juga Ketua Harian IKALUIN Jakarta mengutuk keras penyelesaian masalah dengan pendekatan kekerasan.
 

Menurutnya, persoalan pengelolaan lembaga pendidikan seharusnya diselesaikan melalui dialog dan jalur hukum, bukan dengan tindakan yang memicu kericuhan di lingkungan sekolah.
 

“Saya mengutuk keras penyelesaian masalah dengan pendekatan kekerasan. Apalagi ini menyangkut lembaga pendidikan yang harus menjadi contoh akhlak, etika, dan peradaban,” tegas Badrusalam.
 

Ia meminta seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan musyawarah demi menjaga marwah institusi pendidikan serta kenyamanan para siswa dan orang tua.
 

“Jangan sampai konflik internal berdampak pada psikologis anak-anak dan mengganggu proses pendidikan,” ujarnya.
 

Badrusalam juga berharap Kementerian Agama dan para tokoh terkait segera turun tangan mencari solusi terbaik agar konflik tidak berkepanjangan.rajamedia

Komentar: