Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Teknologi Pupuk Singapura Bikin Bawang Merah Tumbuh Subur di Tangsel

Laporan: Firman
Kamis, 11 Juni 2026 | 15:25 WIB
Wali Koa Tangsel Benyamin Davnie saat panen bawang merah - Foto: Dok Pemkot Tangsel -
Wali Koa Tangsel Benyamin Davnie saat panen bawang merah - Foto: Dok Pemkot Tangsel -

RMBANTEN.COM — Tangerang Selatan — Sebuah kejutan datang dari sektor pertanian Kota Tangerang Selatan. Bawang merah yang selama ini identik dengan daerah dataran tinggi ternyata mampu tumbuh subur dan menghasilkan umbi berukuran besar di wilayah Tangsel.
 

Keberhasilan tersebut ditunjukkan melalui panen perdana bawang merah varietas Batu yang dibudidayakan dalam demplot pertanian menggunakan pupuk bio-organik berbasis mikroba produksi PT BioArk Global Pte. Ltd. asal Singapura.
 

Panen perdana digelar bersamaan dengan kegiatan Pasar Murah Hasil Bumi yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tangerang Selatan bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jombang, Selasa (9/6/2026).
 

Benyamin Takjub
 

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengaku terkejut sekaligus bangga melihat hasil panen yang diperoleh.
 

Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa inovasi teknologi pertanian mampu menjawab keterbatasan geografis dan lahan yang selama ini menjadi tantangan pertanian perkotaan.
 

“Yang paling menakjubkan adalah bawang yang semestinya tidak dapat tumbuh di daerah seperti kita karena ketinggiannya, namun dengan pupuk ini produksinya bagus sekali. Bawangnya lebih besar,” ujar Benyamin melansir laman resmi Pemkot Tangsel.
 

Siap Diperluas
 

Melihat hasil yang menjanjikan, Pemkot Tangerang Selatan berencana memperluas kerja sama dengan PT BioArk Global untuk mengembangkan penggunaan pupuk tersebut secara lebih luas.
 

Kajian lanjutan akan dilakukan melalui DKP3 sebelum teknologi tersebut didistribusikan kepada masyarakat.
 

Jika hasilnya tetap konsisten, pupuk berbasis mikroba itu akan diproduksi dalam jumlah besar dan dimanfaatkan untuk mendukung pertanian rumah tangga warga.
 

Bawang Jadi Prioritas
 

Benyamin menilai bawang merah merupakan salah satu kebutuhan pokok rumah tangga yang memiliki tingkat konsumsi tinggi.
 

Karena itu, peningkatan produksi bawang merah lokal dinilai dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
 

“Kalau berhasil nanti pupuk yang digunakan akan kita produksi cukup banyak dan disebarkan ke masyarakat, sehingga produksi rumah tangganya cukup besar di Tangsel,” katanya.
 

Teknologi Mikroba dari Singapura
 

Pada kesempatan yang sama, CEO PT BioArk Global Pte. Ltd., Edward, menjelaskan bahwa produk Arktivate dikembangkan menggunakan teknologi mikroba yang berfungsi meningkatkan kualitas tanah dan produktivitas tanaman.
 

Selain mempercepat pertumbuhan tanaman, teknologi tersebut juga dirancang untuk membantu sektor pertanian menghadapi tantangan perubahan iklim.
 

Menurut Edward, media tanam yang menggunakan teknologi Arktivate mampu mempertahankan kelembapan tanah hingga 20 persen lebih baik dan menjaga kandungan nutrisi sekitar 10 persen lebih tinggi dibandingkan media organik konvensional.
 

Pertanian Kota Naik Kelas
 

Keberhasilan demplot bawang merah ini menjadi harapan baru bagi pengembangan pertanian perkotaan di Tangerang Selatan.
 

Di tengah keterbatasan lahan dan pesatnya pembangunan kota, inovasi teknologi pertanian diyakini mampu membuka peluang baru bagi warga untuk menghasilkan komoditas pangan bernilai ekonomi tinggi dari pekarangan maupun lahan terbatas.
 

Jika program ini berhasil diperluas, bukan tidak mungkin Tangsel akan menjadi salah satu daerah percontohan pertanian urban berbasis teknologi di Indonesia.rajamedia

Komentar: