Benyamin Pastikan Tangsel Bersih dari Tumpukan Sampah
RMBANTEN.COM – Tangsel - Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie memastikan persoalan tumpukan sampah yang sempat terjadi di sejumlah titik strategis wilayah Tangsel kini sudah tertangani. Pemerintah Kota bergerak cepat memaksimalkan armada serta memperkuat kerja sama lintas daerah demi memastikan sampah tidak lagi menumpuk di ruang publik.
Penumpukan sampah sebelumnya sempat terlihat di beberapa lokasi padat aktivitas warga, seperti depan Pasar Cimanggis, koridor Pasar Ciputat, kawasan Pamulang, hingga Jalan Raya Serpong. Kondisi tersebut menuai keluhan masyarakat dan menjadi perhatian serius Pemkot Tangsel.
Benyamin tak menampik penumpukan itu terjadi akibat keterbatasan sistem pengelolaan yang ada. Namun ia menegaskan, situasi kini sudah terkendali setelah kerja sama antar daerah kembali berjalan maksimal.
“Itu disebabkan karena kerja sama kami belum bisa maksimal. Tapi sekarang kerja sama antar daerah sudah berjalan dengan baik, sehingga pemrosesan akhir sampah bisa dilakukan di lokasi kerja sama tersebut,” ujar Benyamin mengutip laman Pemkot Tangsel, Kamis (5/2/2026).
TPA Cipeucang Tak Lagi Menampung Sampah Baru
Menurut Benyamin, persoalan sampah di Tangsel juga dipicu oleh kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang sudah tidak memungkinkan lagi menerima sampah baru. Selama ini, Cipeucang menjadi satu-satunya lokasi pemrosesan akhir sampah kota.
“Cipeucang sudah tidak bisa lagi menampung sampah baru. Fokus kami sekarang adalah mengelola sampah lama yang ada di sana. Ke depan, targetnya menggunakan teknologi pengolahan yang sangat tinggi,” jelasnya.
Meski demikian, Benyamin memastikan tidak ada lagi penumpukan sampah di lapangan. Sampah baru atau timbulan harian telah diangkut secara maksimal oleh armada pengangkut milik Pemkot Tangsel maupun pihak ketiga.
“Dalam dua sampai tiga hari belakangan ini, semuanya sudah diangkut. Termasuk di titik-titik yang sebelumnya menumpuk,” tegasnya.
69 Armada Bergerak, Target Tambah Hingga 100 Truk
Saat ini, Pemkot Tangsel mengerahkan total 69 armada pengangkut sampah. Rinciannya, 27 unit truk merupakan milik Pemkot, sementara 42 truk lainnya berasal dari kerja sama dengan transporter pihak ketiga.
Namun Benyamin mengakui jumlah tersebut masih belum ideal untuk mengangkut hampir 1.200 ton sampah yang dihasilkan Tangsel setiap hari. Karena itu, penambahan armada menjadi agenda penting ke depan.
“Kami masih butuh banyak truk sampah. Paling tidak sekitar 100 truk. Insyaallah akan kami upayakan penambahannya pada perubahan APBD mendatang,” pungkasnya.
Pemkot Tangsel menegaskan komitmennya untuk menjaga kebersihan kota sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang pengelolaan sampah berbasis teknologi, agar krisis serupa tidak kembali terulang.![]()
Hukum | 6 hari yang lalu
Patandang | 4 hari yang lalu
Patandang | 2 hari yang lalu
Nagara | 3 hari yang lalu
Gaya Hirup | 5 hari yang lalu
Warta Banten | 2 hari yang lalu
Warta Banten | 3 hari yang lalu
Nagara | 4 hari yang lalu
Ékobis | 4 hari yang lalu
