Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Prabowo Tetapkan Sampah Masalah Nasional, Gerakan ASRI Dicanangkan

Laporan: Raja Media Network
Senin, 02 Februari 2026 | 22:26 WIB
Presiden Prabowo Subianto mencanangkan Gerakan Indonesia ASRI atasi persoalan sampah - BPMI Setpres -
Presiden Prabowo Subianto mencanangkan Gerakan Indonesia ASRI atasi persoalan sampah - BPMI Setpres -

RMBANTEN.COM - Sentul, Rakornas 2026 – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa persoalan sampah tidak lagi bisa diperlakukan sebagai isu pinggiran, melainkan masalah nasional yang harus ditangani secara serius, terpadu, dan dipimpin langsung oleh negara. 
 

Penegasan itu disampaikan Presiden dalam taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
 

Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengumumkan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai gerakan nasional untuk membangun lingkungan yang bersih, tertib, dan layak huni di seluruh wilayah Indonesia.
 

Negara Harus Memimpin Budaya Bersih
 

Presiden Prabowo menegaskan bahwa perubahan perilaku soal kebersihan harus dimulai dari aparatur negara. Seluruh instansi pemerintahan diminta menjadi teladan dalam membangun budaya resik melalui kegiatan kerja bakti atau korve secara rutin.
 

“Resik itu artinya bersih, tertib, dan sebagainya. Ini bukan sekadar nama. Semua instansi pemerintahan harus memimpin korve. Anak sekolah enggak apa-apa, pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam. Kalau ratusan ribu orang, cepat itu,” ujar Presiden.
 

Menurut Presiden, gerakan masif yang dipimpin negara akan menciptakan dampak nyata dalam waktu singkat jika dilakukan secara konsisten dan serentak.
 

TPA Terancam Penuh, Sampah Jadi Bencana
 

Dalam taklimatnya, Presiden memaparkan kondisi darurat pengelolaan sampah nasional. Hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan mengalami kelebihan kapasitas paling lambat pada tahun 2028.
 

“Sampah ini menjadi masalah. Diproyeksi hampir semua TPA sampah akan mengalami overcapacity pada tahun 2028, bahkan bisa lebih cepat,” ungkap Presiden.
 

Ia menegaskan bahwa sampah bukan sekadar persoalan estetika, melainkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
 

34 Proyek Waste to Energy Siap Digulirkan
 

Sebagai langkah konkret, pemerintah akan segera memulai 34 proyek waste to energy di 34 kota pada tahun ini. Proyek tersebut diharapkan menjadi solusi jangka menengah dan panjang dalam mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi.
 

“Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita akan berbuat, kita akan dukung. Ini 34 proyek, kita segera mulai. Begitu ada uang, kita arahkan ke sini juga,” tegas Presiden.
 

Presiden juga menekankan bahwa pengelolaan lingkungan yang buruk akan berdampak langsung pada sektor strategis lain, termasuk pariwisata dan daya saing nasional.
 

“Bagaimana kita mau jual pariwisata kalau lingkungan kita jorok, kotor, enggak benar,” katanya.
 

Gentengisasi untuk Indonesia yang Lebih Indah
 

Selain pengelolaan sampah, Presiden Prabowo memperkenalkan gagasan proyek “gentengisasi” sebagai bagian dari upaya memperindah kawasan permukiman. Presiden menilai penggunaan atap seng yang meluas tidak hanya membuat lingkungan terasa panas, tetapi juga merusak estetika.
 

“Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat. Tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” ujar Presiden.
 

Ia berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan, wajah permukiman Indonesia berubah lebih rapi dan layak huni.
 

“Saya berharap dalam 2–3 tahun Indonesia tidak akan kelihatan karat. Karat itu lambang degenerasi, bukan kebangkitan. Indonesia harus bangkit, harus kuat, harus indah. Rakyat kita harus bahagia,” tandas Presiden.
 

Dengan Gerakan Indonesia ASRI, pemerintah menegaskan tekad menjadikan kebersihan dan keindahan lingkungan sebagai agenda kebangkitan nasional.rajamedia

Komentar: