Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Rakornas 2026, Prabowo Serukan Sinergi Pusat–Daerah Menuju Indonesia Emas

Laporan: Firman
Senin, 02 Februari 2026 | 20:58 WIB
Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah saat menghadiri Rakornas 2026, di SICC Bogor, Senin (2/2/2026) - Biro Adpimpro Banten -
Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah saat menghadiri Rakornas 2026, di SICC Bogor, Senin (2/2/2026) - Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM — Bogor, Rakornas 2026 — Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026. Agenda strategis ini digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026), dan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
 

Rakornas bertema “Sinergi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Menuju Indonesia Emas 2045” itu menjadi panggung konsolidasi nasional, mempertemukan pimpinan pusat dan daerah untuk menyamakan visi pembangunan serta memperkuat kepemimpinan yang berorientasi pada rakyat.
 

Arahan Presiden: Pemimpin Harus Melayani Semua
 

Dalam taklimatnya, Presiden Prabowo menekankan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan administratif, melainkan amanah pengabdian. Pemimpin, kata dia, harus memahami peran dan tugasnya dengan teguh memegang nilai kejujuran, integritas, dan semangat melayani seluruh lapisan masyarakat.
 

“Rakyat kita rakyat yang baik. Mereka ingin pemimpin yang baik, jujur, dan memimpin untuk semua—bukan untuk golongan,” tegas Prabowo di hadapan ribuan peserta Rakornas.
 

Waspada Tantangan Global, Jangan Lupa Sejarah
 

Presiden juga mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi keraguan dari berbagai pihak di dunia internasional. Karena itu, setiap pemimpin dituntut peka terhadap situasi global, memahami sejarah, serta mengerti konteks kebangsaan dan kedaerahan.
 

“Kita ratusan tahun diganggu dan dijajah. Mereka yang melupakan sejarah akan terbelit kesalahan masa lalu. Hari ini kita mendapat kesempatan memahami dunia apa adanya,” ujar Prabowo.
 

Ia menegaskan, Indonesia dibangun dari pengorbanan besar rakyat. Maka, keberadaan pemimpin harus dibuktikan dengan kerja nyata untuk rakyat, bukan sekadar retorika.
 

Politik Bebas Aktif dan Kemandirian Bangsa
 

Dalam pidatonya, Prabowo kembali menegaskan arah politik luar negeri bebas aktif dan nonblok. Menurutnya, Indonesia berada di tengah pusaran konflik dan perang ideologi global, sehingga kemandirian nasional menjadi kunci.
 

“Kita tidak mengikuti pakta militer mana pun. Kalau diserang, belum tentu ada yang membantu. Kita harus berdiri di kaki kita sendiri dan percaya pada kekuatan bangsa,” katanya.
 

Tekad Hapus Kemiskinan dan Kelola Kekayaan Alam
 

Presiden mengajak seluruh pemimpin pusat dan daerah membulatkan tekad untuk menghapus kemiskinan. Indonesia, menurutnya, dianugerahi kekayaan alam melimpah yang harus dikelola secara adil dan berkelanjutan untuk kesejahteraan rakyat.
 

“Mari kita selamatkan, jaga, dan kelola kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” tandas Prabowo.
 

Pilar Utama: Pangan, Energi, dan Gizi
 

Prabowo menegaskan tiga fondasi utama pembangunan nasional: swasembada pangan, swasembada energi, dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketiganya menjadi pilar strategis menuju Indonesia Emas 2045.
 

“Swasembada pangan adalah pilar utama dari strategi yang saya tawarkan dan saya jalankan sekarang,” tegasnya.
 

Rakornas Dihadiri Ribuan Peserta
 

Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian melaporkan, Rakornas 2026 dihadiri 4.011 peserta, terdiri dari 525 unsur pusat dan 3.486 peserta dari provinsi serta kabupaten/kota.
 

Rakornas dibagi dalam tiga sesi utama:
 

1. Kebijakan Presiden di bidang ekonomi, investasi, dan energi

2. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, swasembada pangan, Kampung Nelayan Merah Putih, dan Program MBG

3. Penegakan hukum


Rakornas ini menjadi penegasan komitmen sinergi pusat-daerah, sekaligus penguatan kepemimpinan nasional yang berpihak pada rakyat dan masa depan Indonesia.
 

Sumber: bantenprov.go.id.rajamedia

Komentar: