Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

BMKG Bunyikan Alarm! Waspada Gelombang Hujan Ekstrem Sapu Indonesia

Laporan: Raja Media Network
Sabtu, 18 April 2026 | 16:38 WIB
Foto: Ilustrasi AI/RMN -
Foto: Ilustrasi AI/RMN -

RMBANTEN.COM — Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan serius. Gelombang hujan lebat dipastikan masih akan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia hingga sepekan ke depan.
 

Prakirawan BMKG, Sentia, menyebut kondisi cuaca ekstrem yang terjadi pada 13–15 April—dengan curah hujan di Jawa Barat tembus 167,4 mm per hari—belum akan mereda.
 

Dua Gelombang Hujan: 17–19 dan 20–23 April
 

BMKG memetakan dua fase hujan intens:
 

1. 17–19 April 2026 
 

2. 20–23 April 2026 
 

Pada periode tersebut, hujan berpotensi turun dengan intensitas sedang hingga lebat, bahkan disertai angin kencang dan petir.
 

“Potensinya masih berlanjut dan perlu diwaspadai,” kata Sentia.
 

Pemicu: MJO hingga Bibit Siklon 92S
 

Fenomena ini bukan tanpa sebab. BMKG mencatat sejumlah faktor atmosfer yang memperkuat pembentukan hujan:
 

1. Gelombang Rossby Equatorial 

2. Gelombang Kelvin 

3. Mixed Rossby-Gravity (MRG) 

4. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) 
 

Bibit siklon tropis 92S di Samudra Hindia barat Lampung 
 

Kombinasi faktor ini membuat atmosfer “basah” dan labil—kondisi ideal untuk hujan ekstrem.
 

Daftar Wilayah Siaga Hujan Lebat
 

Pada 17–19 April, hujan sedang hingga lebat diprediksi melanda: Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
 

Sementara wilayah dengan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir meliputi: Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku Utara, dan Papua.
 

Memasuki 20–23 April, cakupan meluas ke: Bali, NTB, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Papua Barat.
 

Ancaman Nyata: Banjir dan Longsor
 

BMKG mengingatkan, kondisi ini berpotensi memicu:
 

1. Banjir 

2. Tanah longsor 

3. Genangan 

4. Gangguan aktivitas harian 
 

Terutama di wilayah dengan topografi rawan dan drainase buruk.
 

Imbauan: Siaga, Jangan Lengah
 

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan bencana hidrometeorologi.
 

Langkah sederhana seperti memantau informasi cuaca, membersihkan saluran air, hingga menghindari aktivitas di area rawan longsor bisa jadi penyelamat.
 

Satu pesan dari BMKG: hujan belum selesai. Siaga harus dimulai dari sekarang.rajamedia

Komentar: