Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Hujan Deras dan Angin Kencang Mengintai, BMKG Minta Warga Waspada

Laporan: Raja Media Network
Minggu, 24 Mei 2026 | 09:28 WIB
Foto ilustrasi - RMN -
Foto ilustrasi - RMN -

RMBANTEN.COM — Jakarta —  Cuaca Indonesia sedang memasuki fase tak menentu. Siang terasa makin panas menyengat, tapi hujan deras justru masih mengintai di banyak daerah.
 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengungkapkan aktivitas gelombang atmosfer dan sirkulasi siklonik masih sangat aktif memengaruhi kondisi cuaca nasional.
 

Akibatnya, potensi hujan lebat hingga cuaca ekstrem masih tinggi di sejumlah wilayah Indonesia meski saat ini sudah memasuki masa peralihan musim.
 

Siang Terik, Malam Diguyur Hujan
 

BMKG mencatat selama periode 18–20 Mei 2026 suhu maksimum di atas 35 derajat Celsius terpantau di sejumlah daerah.
 

Wilayah yang mengalami suhu panas ekstrem antara lain Sumatra Utara, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Barat.
 

Kondisi ini dipicu berkurangnya tutupan awan pada pagi hingga siang hari sehingga paparan sinar matahari terasa lebih menyengat.
 

Namun uniknya, di saat suhu meningkat, hujan deras justru tetap terjadi di berbagai wilayah.
 

BMKG mencatat curah hujan sangat lebat terjadi di Jawa Barat mencapai 133,1 mm per hari, Sulawesi Selatan 112,8 mm per hari, dan Jawa Timur 105,2 mm per hari.
 

Gelombang Atmosfer Aktif Picu Cuaca Ekstrem
 

BMKG menjelaskan meningkatnya potensi hujan dipicu kombinasi sejumlah fenomena atmosfer aktif.
 

Mulai dari Madden-Julian Oscillation (MJO) fase 4, Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, hingga Mixed Rossby-Gravity (MRG) masih memengaruhi wilayah Indonesia.
 

Selain itu, munculnya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Bengkulu, Selat Makassar, Laut Maluku, dan Samudra Pasifik utara Papua memperkuat pembentukan awan hujan.
 

Fenomena tersebut memicu perlambatan angin dan daerah konvergensi yang menjadi “pabrik” tumbuhnya awan konvektif penyebab hujan lebat dan angin kencang.
 

Sepekan ke Depan: Hujan Lebat Masih Mengancam
 

BMKG memperkirakan hujan ringan hingga lebat masih akan mendominasi berbagai wilayah Indonesia pada 22–24 Mei 2026.
 

Daerah yang berpotensi diguyur hujan meliputi Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jambi, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
 

Sementara peringatan dini hujan lebat hingga sangat lebat dengan status siaga berlaku untuk Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Maluku, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
 

Memasuki 25–28 Mei 2026, hujan diprediksi masih terus terjadi.
 

BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang di Aceh, Sumatra Utara, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi, Maluku, NTB, NTT, hingga Papua.
 

BMKG Minta Warga Tetap Waspada
 

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.
 

Aktivitas luar ruangan pada siang hari juga diminta lebih berhati-hati mengingat suhu panas yang cukup menyengat.
 

Warga disarankan menggunakan pelindung dari paparan matahari serta menjaga kecukupan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi.
 

BMKG juga meminta masyarakat rutin memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG dan media sosial @infobmkg agar tidak terlambat menerima informasi peringatan dini.rajamedia

Komentar: