Profil Nanik S Deyang Dari Wartawati Kini Jadi Bos Baru BGN
RMBANTEN.COM — Jakarta — Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik Sudaryati Deyang atau Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menggantikan Dadan Hindayana.
Pengangkatan Nanik diumumkan langsung Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Merdeka, Jakarta.
Perempuan kelahiran Madiun, Jawa Timur, 3 Januari 1968 itu bukan nama baru di lingkaran pemerintahan Prabowo. Ia dikenal memiliki rekam jejak panjang di dunia jurnalistik, politik, korporasi, hingga pemerintahan.
Dari Wartawati hingga Petinggi Media
Karier Nanik bermula sebagai wartawati di Persda-Kompas pada 1989.
Ia kemudian aktif di berbagai media nasional seperti:
1. Tabloid Bangkit,
2. Majalah Femme,
3. Tabloid Info Kecantikan, hingga media bisnis dan gaya hidup.

Nanik juga pernah menjabat:
1. CEO Kresna Media,
2. Direktur MNC periode 2005–2009, serta komisaris di sejumlah perusahaan media.
Dekat dengan Prabowo Sejak Lama
Di dunia politik, Nanik dikenal dekat dengan Prabowo Subianto.
Pada Pilpres 2019, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur untuk pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.
Kedekatan itu berlanjut ketika Prabowo memimpin pemerintahan.
Pernah Duduki Pos Strategis Pemerintah
Sebelum memimpin BGN, Nanik telah menduduki sejumlah posisi penting, antara lain Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Komisaris Independen PT Pertamina, hingga Wakil Kepala BGN.
Di BGN, ia menangani bidang komunikasi publik dan investigasi.
Rajin Sidak Dapur MBG
Selama menjadi Wakil Kepala BGN, Nanik dikenal aktif turun langsung ke lapangan.
Ia rutin melakukan inspeksi mendadak ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan kualitas makanan, higienitas dapur, standar gizi, dan kelayakan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Fokus Berantas Kebocoran Anggaran
Nanik juga dikenal tegas dalam pengawasan anggaran.
Ia mendorong pemangkasan biaya-biaya non-esensial agar anggaran negara benar-benar fokus untuk kebutuhan gizi masyarakat, bukan habis di birokrasi internal.
Salah satu sikap tegasnya adalah memastikan seluruh proses pengajuan dan kemitraan dapur MBG gratis tanpa pungutan.
Lawan Disinformasi Program MBG
Dalam beberapa kesempatan, Nanik juga bergerak cepat mengklarifikasi berbagai informasi menyesatkan terkait program MBG.
Ia menegaskan program nasional tersebut tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan politik maupun bisnis pribadi.
Gandeng Ahli Audit untuk Perkuat Pengawasan
Dalam struktur baru BGN, Nanik juga didampingi Agustina Arumsari yang dikenal memiliki latar belakang audit dan investigasi dari BPKP.
Langkah itu dinilai sebagai bagian dari strategi memperkuat pengawasan dan mencegah kebocoran anggaran program gizi nasional.
Diharapkan Perkuat Program Gizi Nasional
Penunjukan Nanik sebagai Kepala BGN dinilai menjadi bagian dari langkah Presiden Prabowo memperkuat tata kelola program prioritas nasional, khususnya Makan Bergizi Gratis.
Pemerintah berharap pengawasan lapangan, efisiensi anggaran, dan kualitas pelayanan program gizi nasional semakin meningkat di bawah kepemimpinannya.![]()
Pulitik Jero | 6 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu
Pulitik Jero | 6 hari yang lalu
Info haji | 3 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu
Patandang | 4 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Nagara | 6 hari yang lalu
Warta Banten | 5 hari yang lalu