Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

PAD Kota Serang Diproyeksi Tembus Rp553,24 Miliar, Lampaui Target RPJMD

Laporan: Firman
Rabu, 02 September 2026 | 12:04 WIB
PAD Kota Serang diproyeksi tembus Rp553,24 Miliar, lampaui target RPJMD - Foto: ilustrasi RMN -
PAD Kota Serang diproyeksi tembus Rp553,24 Miliar, lampaui target RPJMD - Foto: ilustrasi RMN -

RMBANTEN.COM — Kota Serang — Pemerintah Kota Serang memproyeksikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam APBD Tahun Anggaran 2026 mencapai Rp553,24 miliar. Angka tersebut jauh melampaui target PAD yang tercantum dalam RPJMD Kota Serang 2025–2030 sebesar Rp412,92 miliar.
 

Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp140,31 miliar dibandingkan target yang sebelumnya diproyeksikan dalam RPJMD untuk tahun 2026.
 

Namun, di balik optimisme tersebut, realisasi PAD hingga 31 Agustus 2026 baru mencapai Rp243,85 miliar, atau sekitar 44,08 persen dari target APBD 2026. Artinya, masih ada pekerjaan besar yang harus dikejar Pemkot Serang hingga akhir tahun anggaran.
 

Pertumbuhan Ekonomi Dorong Proyeksi PAD
 

Kepala Bapperida Kota Serang W. Hari Pamungkas menjelaskan, perbedaan antara target RPJMD dan proyeksi APBD 2026 terjadi karena kedua dokumen tersebut menggunakan basis data yang berbeda.
 

RPJMD 2025–2030 disusun menggunakan baseline kondisi tahun 2025. Sementara ketika APBD 2026 disusun, perkembangan ekonomi dan investasi Kota Serang menunjukkan kondisi yang lebih baik.
 

“RPJMD itu memiliki rentang periode 2025 sampai 2030, artinya disusun menggunakan database baseline 2025. Nah ternyata pada saat di 2026 kita susun, perkembangan pertumbuhan ekonomi bagus sehingga pada saat menyusun APBD di 2026 itu PAD sudah di angka Rp553 miliar,” kata Hari saat ditemui di Puspemkot Serang, Selasa (1/9/2026).
 

Menurutnya, perkembangan tersebut membuat proyeksi PAD dalam APBD 2026 berada di atas angka yang sebelumnya ditetapkan dalam RPJMD.
 

Kenaikan Pendapatan Diikuti Penyesuaian Belanja
 

Peningkatan proyeksi pendapatan daerah turut berpengaruh terhadap sisi belanja.
 

Meski demikian, Hari menegaskan pemerintah daerah tetap melakukan penyaringan terhadap program yang akan dibiayai dengan mengutamakan kegiatan yang mendukung indikator kinerja pemerintah daerah.
 

“Diikuti dengan kenaikan belanja. Belanja juga kita lihat mana yang sifatnya prioritas, kemudian mendukung indikator kinerja pemerintah daerah, baik secara makro maupun secara mikro yang dikelola masing-masing,” ujarnya.
 

Menurut Hari, penyesuaian anggaran tidak hanya terjadi pada komponen PAD. Dalam perubahan anggaran terdapat pula penyesuaian terhadap pendapatan transfer dan komponen pendapatan lainnya.
 

“Beberapa item yang berubah dari sisi bukan PAD, tapi dari pendapatan transfer sama satu lagi itu ada estimasi yang naik sedikit,” jelasnya.
 

Pemkot Optimistis Target 2026 Tercapai
 

Meski realisasi hingga akhir Agustus masih berada di bawah separuh target, Pemkot Serang optimistis mampu mengejar capaian PAD hingga akhir tahun.
 

Hari mengatakan evaluasi terhadap capaian tahun berjalan sekaligus menjadi dasar untuk menyusun proyeksi dan perencanaan pembangunan pada 2027.
 

“Kami estimasi bisa mencapai target untuk periode sekarang, 2026. Untuk penghitungan yang nanti di 2027,” katanya.
 

Optimisme tersebut kini harus dibuktikan dengan percepatan realisasi pendapatan dalam empat bulan terakhir tahun anggaran.
 

Budi Rustandi Apresiasi Kinerja OPD
 

Wali Kota Serang Budi Rustandi mengapresiasi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai terus berupaya meningkatkan pendapatan sekaligus mendorong pembangunan daerah.
 

“Saya sangat mengapresiasi para kepala OPD yang semangat berjuang bersama saya untuk memajukan Kota Serang,” ujar Budi.
 

Budi berharap peningkatan kapasitas fiskal daerah dapat memperkuat pemerintahan bersama Wakil Wali Kota Nur Agis Aulia dalam merealisasikan visi pembangunan selama lima tahun kepemimpinan.
 

“Mudah-mudahan ini bisa selesai di 5 tahun saya menjabat dengan Pak Agis. Mudah-mudahan dengan izin dan ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala, Kota Serang bisa maju, masyarakatnya bisa sejahtera dan bahagia,” katanya.
 

PAD Harus Berbuah Lapangan Kerja
 

Budi menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari besarnya pendapatan maupun belanja pemerintah daerah.
 

Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah dampak nyata terhadap masyarakat, termasuk terbukanya lapangan pekerjaan.
 

Salah satu instrumen yang didorong adalah peningkatan investasi di Kota Serang.
 

“Dengan adanya investasi, tentunya banyak masyarakat yang bisa melamar pekerjaan, lapangan pekerjaan akan lebih luas lagi. Tapi tentu juga harus bisa sama-sama menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.
 

Karena itu, peningkatan PAD diharapkan tidak berhenti sebagai angka dalam APBD, tetapi diterjemahkan menjadi program pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
 

Target Besar: Kota Serang Layak Jadi Ibu Kota
 

Budi menegaskan pembangunan Kota Serang membutuhkan dukungan seluruh pihak agar target yang telah dituangkan dalam RPJMD dapat diwujudkan.
 

Ia menyebut salah satu target besarnya adalah menjadikan Kota Serang semakin layak menjalankan perannya sebagai ibu kota Provinsi Banten.
 

“Target saya adalah di pemerintahan saya dan Pak Agis ini, bagaimana Kota Serang ini layak menjadi ibu kota. Itu hal yang sesungguhnya yang harus kita perjuangkan,” tuturnya.
 

Pernyataan tersebut menempatkan peningkatan PAD bukan sekadar persoalan menambah pendapatan daerah, melainkan bagian dari upaya memperkuat kapasitas Kota Serang sebagai pusat pemerintahan dan pelayanan publik di Provinsi Banten.
 

Realisasi 44,08 Persen Jadi Tantangan
 

Berdasarkan data Portal SIKD Kementerian Keuangan RI, hingga 31 Agustus 2026, realisasi PAD Kota Serang tercatat Rp243,85 miliar dari target Rp553,24 miliar.
 

Capaian tersebut baru sekitar 44,08 persen.
 

Dengan demikian, Pemkot Serang masih harus mengejar sekitar Rp309,39 miliar untuk mencapai target PAD 2026.
 

Angka ini menjadi tantangan tersendiri bagi jajaran pemerintah daerah. Sebab, proyeksi PAD yang tinggi harus diikuti kemampuan merealisasikannya secara optimal.
 

Di sisi lain, kenaikan pendapatan juga harus berjalan beriringan dengan efektivitas belanja agar setiap rupiah yang masuk ke kas daerah benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
 

Dari Angka PAD Menuju Kesejahteraan
 

Peningkatan PAD merupakan sinyal positif bagi kapasitas fiskal Kota Serang. Namun, ukuran keberhasilan akhirnya bukan semata-mata apakah target Rp553,24 miliar tercapai.
 

Yang lebih penting adalah ke mana uang daerah dibelanjakan dan seberapa besar dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
 

Jika peningkatan PAD mampu mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan pelayanan publik, menarik investasi, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan warga, maka kenaikan pendapatan tersebut memiliki makna strategis bagi masa depan Kota Serang.
 

Kini, tantangannya jelas: mengejar realisasi PAD sekaligus memastikan setiap kenaikan pendapatan benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan yang lebih baik.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: