Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Masjid Al-Aqsha Ditutup Israel, Din Desak Prabowo Tegur Netanyahu lewat BoP

Laporan: Raja Media Network
Selasa, 17 Maret 2026 | 18:02 WIB
Ketua Komite Pengarah ARI-BP Prof. M. Din Syamsuddin - Repro
Ketua Komite Pengarah ARI-BP Prof. M. Din Syamsuddin - Repro

RMBANTEN.COM - Jakarta -  Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP), Prof. M. Din Syamsuddin, mengecam pihak Israel yang menutup Masjid Al-Aqsha. Hal ini membuat umat Islam tidak bisa beribadah pada bulan Ramadhan di masjid tersebut.


"Masjid al-Aqsha di Palestina ditutup oleh Tentara Zionis Israel sejak dua pekan Ramadhan ini. Umat Islam tidak dapat menunaikan ibadah semestinya karena jamaah dilarang masuk. Ini sungguh merupakan tragedi keagamaan memilukan, dan pelanggaran HAM berat," tegas Din dalam keterangannya (Selasa, 17/3/2026.


Ketua Poros Dunia Wasatiyyat Islam ini menegaskan Masjid Al-Aqsha yang terletak di Yerussalem itu bukan hanya milik Umat Islam di Palestina, tapi milik Umat Islam sedunia. Karena masjid tersebut merupakan kiblat pertama Umat Islam.


Apa Gunanya Ada BoP?


Karena itulah dia meminta umat Islam terutama para pemimpin dari negara-negara Islam dan berpenduduk mayoritas muslim untuk menekan pihak Israel agar membuka masjid tersuci ketiga setelah Masjidil Haram (Makkah) dan Masjid Nabawi (Madina) tersebut.


Termasuk Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Terlebih, dia menekankan, Indonesia juga bergabung dalam Board of Peace bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, di mana Israel juga menjadi bagian lembaga multilateral tersebut.


"Saatnya Presiden Negeri Muslim terbesar Prabowo Subianto menegur (PM Israel) Netanyahu dan Donald Trump lewat Board of Peace. Apa gunanya dewan tersebut yang telah berubah menjadi Board of War dan Board of Tyrani," tandas Din Syamsuddin.


Negara-negara Muslim hingga OKI Bereaksi


Sebelumnya, delapan negara mayoritas Muslim, termasuk Indonesia, juga telah mengecam keras langkah Israel yang terus menutup akses menuju Masjid Al-Aqsa bagi jemaah Muslim, terutama pada bulan suci Ramadan.


Kecaman tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama para menteri luar negeri dari Indonesia bersama tujuh negara lainnya, yakni Uni Emirat Arab, Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Arab Saudi, dan Qatar.


Tidak hanya itu, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Arab, dan Komisi Uni Afrika juga telah menyampaikan sikap dan mengutuk keras penutupan Masjid Al Aqsha oleh Israel.


Israel akan Tutup Masjid Al-Aqsa sampai Idulfitri?


Meski demikian, hal itu tidak membuat Israel untuk membuka akses ke masjid tersebut. Bahkan kabar terbaru, Israel dilaporkan berencana untuk menutup Masjid Al-Aqsa hingga Idulfitri mendatang dan setelahnya.


Informasi ini, seperti dikutip dari sebuah media, disampaikan oleh Middle East Eye (MEE) yang mendapatkan keterangan dari beberapa sumber yang terlibat dalam pengelolaan masjid di Yerusalem Timur yang saat ini diduduki.rajamedia

Komentar: