TVRI Diingatkan Parlemen, Piala Dunia 2026 Jangan Sepi Gaung!
RMBANTEN.COM — Jakarta, Legislator — Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menyoroti masih minimnya publikasi penyelenggaraan siaran Piala Dunia FIFA 2026 oleh TVRI. Menurutnya, event sepak bola terbesar dunia itu seharusnya sudah mulai digaungkan secara masif kepada masyarakat.
Novita mengingatkan Piala Dunia bukan sekadar tayangan olahraga, melainkan momentum nasional yang bisa menggerakkan ekonomi rakyat hingga ke daerah-daerah.
“Kalau masyarakat masih banyak yang bertanya Piala Dunia tayang di mana, bagaimana cara mengakses TVRI digital, atau kapan program pendukung dimulai, berarti ada ruang komunikasi yang harus diperkuat,” ujar Novita dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).
TVRI Dipuji Dapat Hak Siar Gratis
Meski memberi kritik, Novita tetap mengapresiasi keberhasilan TVRI memperoleh hak siar resmi Piala Dunia FIFA 2026.
Menurutnya, pencapaian tersebut penting karena masyarakat Indonesia kini bisa kembali menikmati seluruh pertandingan secara gratis melalui lembaga penyiaran publik.
TVRI diketahui akan menayangkan total 104 pertandingan Piala Dunia 2026 dan mendapat mandat menjangkau masyarakat hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
“Ini capaian penting karena akses siaran Piala Dunia kembali terbuka untuk seluruh rakyat,” katanya.
DPR Minta Piala Dunia Jadi Pesta Rakyat
Novita menilai momentum Piala Dunia harus dimanfaatkan lebih luas, bukan sekadar agenda siaran televisi.
Ia mendorong pemerintah, TVRI, dan berbagai pihak terkait mengemas event tersebut menjadi penggerak ekonomi daerah melalui berbagai aktivitas kreatif.

Mulai dari program nonton bareng (nobar), festival UMKM, industri kuliner, ekonomi kreatif, hingga promosi wisata lokal.
“Jangan sampai hak siar sudah dimiliki negara, tetapi multiplier effect ekonominya tidak maksimal dirasakan masyarakat,” tegas politisi tersebut.
Bisa Hidupkan UMKM dan Pariwisata
Menurut Novita, jika dikelola dengan baik, euforia Piala Dunia dapat menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif di daerah.
Nobar massal, festival kuliner, hingga kegiatan komunitas sepak bola dinilai mampu menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan.
“Momentum ini harus menjadi pesta rakyat, bukan hanya agenda siaran televisi,” ujarnya.
TVRI Diminta Lebih Agresif Sosialisasi
Komisi VII DPR juga meminta TVRI lebih agresif menyosialisasikan cara mengakses siaran digital, jadwal program pendukung, serta berbagai agenda menyambut Piala Dunia 2026.
Langkah tersebut dianggap penting agar masyarakat tidak kebingungan dan benar-benar bisa menikmati seluruh tayangan secara mudah dan gratis.
Dengan dukungan publikasi yang kuat, DPR berharap Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi rakyat dan penguatan semangat nasional melalui sepak bola.![]()
Pendidikan 5 hari yang lalu
Patandang | 2 hari yang lalu
Patandang | 3 hari yang lalu
Warta Banten | 5 hari yang lalu
Ékobis | 17 jam yang lalu
Hukum | 6 hari yang lalu
Gaya Hirup | 3 hari yang lalu
Warta Banten | 6 hari yang lalu
Gaya Hirup | 6 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu