Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Natal Nasional 2025: "Kolekte untuk Palestina, Dana Murni dari Gotong Royong"

Laporan: Raja Media Network
Selasa, 06 Januari 2026 | 05:47 WIB
Ketua Panitia Natal Nasional Maruarar Sirait - TangkapanLayar -
Ketua Panitia Natal Nasional Maruarar Sirait - TangkapanLayar -

RMBANTEN.COM - Jakarta - Suasana khidmat dan penuh solidaritas menyelimuti Tennis Indoor Senayan, Senin (5/1/2026), dalam puncak Perayaan Natal Nasional 2025. Di hadapan ribuan jemaat dan Presiden Prabowo Subianto, Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, menyampaikan pidato yang menandai pergeseran paradigma perayaan kenegaraan ini.
 

Sebagai Menteri PKP, Maruarar menekankan transformasi acara dari seremoni menjadi aksi nyata yang berpijak pada kemanusiaan, kemandirian, dan keberpihakan pada rakyat.
 

Solidaritas Global Jadi Aksi Nyata
 

Pernyataan pembuka yang langsung menggema adalah komitmen solidaritas internasional.

"Semangat kasih Natal tahun ini kami wujudkan dalam bentuk yang konkret," ujar Maruarar. 
 

Ia mengumumkan bahwa seluruh dana persembahan (kolekte) yang terkumpul hari ini akan dialokasikan sepenuhnya untuk membantu warga Palestina. Langkah ini disebutnya sebagai bukti bahwa kepedulian Indonesia melintasi batas-batas bangsa dan agama.
 

Mandiri dari APBN, Mengandalkan Semangat Gotong Royong
 

Dalam laporannya kepada Presiden Prabowo, Maruarar dengan bangga menyatakan bahwa penyelenggaraan perayaan berskala nasional ini tidak menyentuh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau dana Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

"Ini murni hasil semangat gotong royong dan kontribusi sukarela masyarakat serta pihak yang peduli," jelasnya. Model pendanaan mandiri ini diajukan sebagai contoh baru dalam penyelenggaraan acara kenegaraan.
 

Jemaat Utama: Anak Yatim, Disabilitas, dan Warga Kurang Mampu
 

Prioritas undangan menjadi poin keberpihakan yang jelas. Dari kapasitas venue sekitar 5.000 orang, panitia mengalokasikan 3.000 hingga 3.600 kursi untuk kelompok rentan, termasuk anak yatim, penyandang disabilitas, dan warga kurang mampu. 
 

"Kami ingin mereka yang sering terabaikan justru menjadi tamu utama dalam perayaan nasional ini," tegas Maruarar.
 

Dukung UMKM, dari Panggung ke Piring
 

Aspek kemandirian ekonomi juga disentuh. Berbeda dengan kebiasaan menggunakan jasa katering besar, seluruh hidangan dalam acara ini dipasok langsung dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Kebijakan ini bertujuan agar dampak ekonomi perayaan langsung dirasakan pedagang kecil di Jakarta dan sekitarnya.
 

Pesan Kekuatan Keluarga di Tengah Tantangan Zaman
 

Mengangkat tema "Tuhan Yesus Hadir untuk Keluarga", Maruarar menegaskan peran keluarga sebagai benteng terakhir menghadapi krisis moral. Ia mengajak seluruh umat untuk memanfaatkan momen Natal sebagai waktu rekonsiliasi dan penguatan pondasi rumah tangga.
 

Berbagi Sukacita, Tak Lupa Empati pada Bencana
 

Di akhir sambutan, ia mengingatkan agar sukacita perayaan tidak mengaburkan empati. Maruarar menyebut secara khusus saudara-saudara di Aceh dan Sumatera Utara yang terdampak bencana alam. 
 

"Perayaan kita hari ini tetap menyimpan doa dan keprihatinan mendalam bagi mereka yang sedang berduka," pungkasnya.
 

Dengan rangkaian poin tersebut, Perayaan Natal Nasional 2025 menegaskan posisinya bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah manifestasi nilai-nilai kebangsaan yang inklusif, mandiri, dan penuh kepedulian.rajamedia

Komentar: