Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Maesyal Rasyid Ajak Warga Jaga Budaya dan Persatuan Lewat Grebeg Suro

Laporan: CAREP-02
Selasa, 16 Juni 2026 | 12:46 WIB
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat menghadiri rangkaian acara Grebeg Suro, Kirab Budaya, dan Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka memperingati 1 Muharram 1448 Hijriah - Prokopim Tangerang -
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat menghadiri rangkaian acara Grebeg Suro, Kirab Budaya, dan Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka memperingati 1 Muharram 1448 Hijriah - Prokopim Tangerang -

RMBANTEN.COM - Tangerang - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengajak masyarakat untuk terus melestarikan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman yang ada.
 

Hal itu disampaikan Maesyal saat menghadiri rangkaian acara Grebeg Suro, Kirab Budaya, dan Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka memperingati 1 Muharram 1448 Hijriah di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Senin (15/6/2026).
 

Menurutnya, kegiatan budaya seperti Grebeg Suro tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial antarwarga serta menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
 

Grebeg Suro Dinilai Punya Makna Mendalam
 

Dalam sambutannya, Maesyal menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) Kabupaten Tangerang, serta Badan Penghubung Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah menggelar kegiatan tersebut.
 

Ia mengatakan Bulan Suro memiliki makna penting bagi masyarakat Jawa, baik dari sisi spiritual maupun sosial kemasyarakatan.
 

"Bulan Suro memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Jawa, bukan hanya sebagai momentum introspeksi dan penguatan spiritualitas, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan melestarikan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur," kata Maesyal.
 

Budaya Harus Tetap Hidup di Tengah Modernisasi
 

Maesyal menilai Grebeg Suro dan pagelaran wayang kulit menjadi bentuk nyata komitmen masyarakat dalam menjaga warisan budaya bangsa.
 

Menurutnya, budaya tidak boleh dipandang sekadar peninggalan masa lalu, tetapi harus dijaga sebagai identitas bangsa yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.
 

Ia menegaskan, keberadaan budaya lokal menjadi bagian penting dalam memperkuat karakter masyarakat di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
 

"Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga identitas yang harus kita jaga dan wariskan kepada generasi mendatang," ujarnya.
 

Keberagaman Jadi Modal Pembangunan
 

Maesyal juga menyoroti keberagaman masyarakat Kabupaten Tangerang yang terdiri dari berbagai latar belakang suku, agama, budaya, dan tradisi.
 

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan modal sosial yang sangat penting untuk mendukung pembangunan daerah.
 

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terus merawat toleransi dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bersama.
 

"Kabupaten Tangerang yang dihuni masyarakat dengan latar belakang yang beragam memiliki modal sosial yang kuat untuk membangun daerah yang maju, sejahtera, dan harmonis," katanya.
 

Pemkab Siap Dukung Pelestarian Budaya
 

Dalam kesempatan itu, Maesyal menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya yang tumbuh dari masyarakat.
 

Ia menilai pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan pembangunan karakter dan pelestarian nilai budaya.
 

"Pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan pembangunan karakter, nilai-nilai budaya, dan penguatan jati diri bangsa," tegasnya.
 

Generasi Muda Diajak Cintai Budaya Lokal
 

Maesyal berharap kegiatan budaya seperti Grebeg Suro dan pagelaran wayang kulit dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda.
 

Ia ingin anak-anak muda semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya bangsa sendiri sehingga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap terjaga.
 

"Saya harap melalui kegiatan seperti ini, generasi muda bisa kenal, cinta, dan bangga akan seni budaya bangsa sendiri yang mengandung nilai-nilai luhur dan terus lestari sepanjang masa," pungkasnya.
 

Kegiatan Grebeg Suro di Panongan tersebut diisi dengan kirab budaya, pertunjukan kesenian tradisional, serta pagelaran wayang kulit yang dihadiri masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang.rajamedia

Komentar: