BKSAP DPR Pilih Tangerang Jadi Wajah Indonesia di Mata Dunia!
RMBANTEN.COM — Tangerang — Diplomasi parlemen tidak boleh berhenti di ruang-ruang pertemuan internasional. Diplomasi harus menghasilkan manfaat nyata bagi rakyat, investasi yang masuk ke daerah, dan peluang ekonomi yang membuka lapangan kerja.
Pesan itulah yang dibawa Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Bramantyo Suwondo, saat memimpin kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (12/6/2026).
Dalam dialog bertema Peran Strategis Diplomasi DPR RI untuk Penguatan Ekonomi Daerah, Bramantyo menegaskan bahwa kerja sama internasional yang dibangun DPR RI harus diarahkan untuk memperkuat ekonomi daerah sebagai fondasi pembangunan nasional.
Diplomasi Harus Berdampak ke Daerah
Menurut Bramantyo, target besar Indonesia di tingkat global tidak akan tercapai tanpa dukungan daerah yang kuat dan kompetitif.
Karena itu, BKSAP ingin memastikan diplomasi parlemen mampu menjadi jembatan bagi pengembangan investasi, industri, dan peningkatan daya saing daerah.
"Target besar di tingkat nasional tidak akan terwujud tanpa fondasi yang kokoh di tingkat daerah. Ketika kita berbicara tentang ekosistem industri dan investasi yang mampu memenuhi standar global, pandangan kami langsung tertuju pada Kabupaten Tangerang," ujar Bramantyo.
Ia menilai Kabupaten Tangerang merupakan salah satu daerah yang berhasil membangun ekosistem industri secara konsisten dan berkelanjutan.
OECD Jadi Momentum Indonesia Naik Kelas
Bramantyo menjelaskan, saat ini Indonesia tengah menjalani proses aksesi menuju keanggotaan penuh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Menurutnya, langkah tersebut menjadi momentum penting untuk membawa Indonesia masuk ke level tata kelola pemerintahan dan ekonomi yang setara dengan negara-negara maju.
Keanggotaan OECD diyakini akan mendorong reformasi kebijakan, meningkatkan kualitas regulasi, serta memperkuat iklim investasi nasional.
Namun, keberhasilan agenda tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat.
Daerah-daerah industri seperti Kabupaten Tangerang dinilai memegang peran vital dalam memenuhi standar global yang menjadi syarat keanggotaan OECD.
"Keanggotaan ini akan menjadi katalis yang mendorong pemerintah untuk terus merumuskan tata kelola kebijakan yang unggul, serta memastikan pertumbuhan ekonomi kita berjalan inklusif dan berkelanjutan," tegas politisi Partai Demokrat itu.
Tangerang, Mesin Ekonomi Nasional
Bagi BKSAP, Tangerang bukan sekadar wilayah penyangga Jakarta.
Dengan ribuan kawasan industri, pertumbuhan ekonomi yang stabil, serta geliat UMKM yang terus berkembang, Kabupaten Tangerang dipandang sebagai salah satu motor utama ekonomi nasional.
Bramantyo menyebut pengalaman Tangerang dalam mengelola industri dan investasi layak menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
"Dengan julukannya sebagai Kota Seribu Industri, Tangerang bukan sekadar daerah penyangga, melainkan mesin penggerak ekonomi nasional. Narasi sukses inilah yang ingin kami bawa dalam diplomasi ekonomi kami di tingkat internasional," katanya.
Aspirasi Pelaku Usaha Dibawa ke Forum Dunia
Dalam kunjungan tersebut, BKSAP tidak hanya ingin memperkenalkan potensi Tangerang kepada dunia internasional.
Lebih dari itu, DPR RI juga ingin mendengar langsung berbagai tantangan yang dihadapi pelaku industri dan UMKM di lapangan.
Masukan tersebut akan menjadi bahan penting dalam menjalankan fungsi diplomasi parlemen sekaligus merumuskan kebijakan yang lebih berpihak pada pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kami ingin mendengar langsung best practice, peluang serta tantangan yang dihadapi industri dan UMKM di Kabupaten Tangerang. Kami juga ingin memastikan bahwa diplomasi yang kami lakukan di luar negeri benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di dalam negeri," pungkas Bramantyo.![]()
Ékobis 2 hari yang lalu
Patandang | 4 hari yang lalu
Patandang | 4 hari yang lalu
Gaya Hirup | 5 hari yang lalu
Hukum | 6 hari yang lalu
Ékobis | 6 hari yang lalu
Parlemen | 3 hari yang lalu
Mancanagara | 5 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Warta Banten | 3 hari yang lalu