Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Andra Soni Minta Industri Prioritaskan Warga Banten

Laporan: Firman
Selasa, 16 Juni 2026 | 20:32 WIB
Gubernur Banten Andra Soni - Bio Adpimpro Banten -
Gubernur Banten Andra Soni - Bio Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM - Cilegon - Gubernur Banten Andra Soni meminta pelaku industri yang beroperasi di wilayah Banten lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam proses rekrutmen. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjawab tantangan tingginya kebutuhan lapangan kerja di daerah.
 

Permintaan itu disampaikan Andra saat menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama Sinergi Penyiapan Pekerja Migran Indonesia antara Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI/BP2MI), Pemerintah Provinsi Banten, PT Krakatau Steel (KS), dan IKA Untirta di SMK YPKS Cilegon, Senin (15/6/2026).
 

Andra mengatakan keberadaan kawasan industri di Banten harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja.
 

Apresiasi Peran SMK dan Krakatau Steel
 

Dalam kesempatan itu, Andra menyampaikan apresiasi kepada Krakatau Steel dan Yayasan Pendidikan Krakatau Steel (YPKS) yang dinilai aktif menyiapkan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan vokasi.
 

Menurutnya, SMK memiliki peran penting dalam mencetak tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.
 

"Saya berterima kasih kepada Yayasan Pendidikan Krakatau Steel yang mempersiapkan anak-anak kita, warga Banten yang sehari-hari akan mengisi lowongan pekerjaan di industri-industri yang ada di Provinsi Banten," kata Andra mengutip laman banatenprov.go.ig.
 

Ia berharap kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri terus diperkuat agar lulusan sekolah memiliki kompetensi yang siap pakai.
 

Banten Jadi Magnet Pencari Kerja
 

Andra mengungkapkan Banten selama ini menjadi salah satu daerah tujuan pencari kerja dari berbagai wilayah di Indonesia.
 

Berdasarkan data kependudukan, jumlah penduduk Banten terus bertambah setiap tahun, salah satunya karena arus masuk pencari kerja yang datang untuk mencari peluang di kawasan industri.
 

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.
 

"Tantangan kita adalah bagaimana membuka lapangan pekerjaan sebesar-besarnya. Dengan niat kita menata kembali pertumbuhan, kita menata kembali ekonomi kita," ujarnya.
 

Krakatau Steel Siapkan Talent Pool
 

Direktur Utama PT Krakatau Steel Muhamad Akbar mengatakan perusahaan telah menyiapkan berbagai program pelatihan untuk mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja.
 

Salah satunya melalui program manufaktur dan welding yang terintegrasi dengan sistem talent pool sebagai bagian dari proses rekrutmen tenaga kerja.
 

Selain itu, Krakatau Steel juga membuka peluang kerja sama dengan kementerian, lembaga, dan dunia pendidikan melalui pusat pendidikan dan pelatihan (training center) yang dimiliki perusahaan.
 

Menurut Akbar, program tersebut tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan industri dalam negeri, tetapi juga untuk menyiapkan tenaga kerja yang mampu bersaing di pasar kerja internasional.
 

"Ini untuk menampung para lulusan SMK dan SMA agar bisa kita latih bersama sehingga memiliki nilai tambah saat ditempatkan di luar negeri dengan penghasilan yang lebih tinggi," ujarnya.
 

Siapkan Tenaga Kerja Siap Bersaing Global
 

Sementara itu, Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri KemenP2MI Dwi Setiawan Susanto mengatakan kerja sama yang dibangun melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, sekolah vokasi, dan sektor industri.
 

Menurutnya, sinergi tersebut bertujuan menciptakan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja global.
 

Ia menilai Indonesia perlu bergerak menuju era pekerja terampil (skill worker) agar mampu bersaing di berbagai negara.
 

"Jadi kita menuju satu era skill worker, pekerja migran kita, di mana kita punya adik-adik yang produktif dengan berbagai keahlian yang dibutuhkan di lintas negara," kata Dwi.
 

Fokus pada Peningkatan Kualitas SDM
 

Program kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan vokasi dan pelatihan kerja di Banten.
 

Dengan dukungan pemerintah, dunia pendidikan, dan industri, tenaga kerja lokal diharapkan tidak hanya terserap di kawasan industri Banten, tetapi juga memiliki daya saing untuk mengisi peluang kerja di tingkat nasional maupun internasional.rajamedia

Komentar: