Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Helvi Moraza: UMKM Tak Boleh Jadi Penonton, Kuasai Teknologi dan Tembus Pasar Global

Laporan: Firman
Kamis, 03 September 2026 | 13:32 WIB
Wamen UMKM Helvi Moraza: UMKM tak boleh jadi penonton, kuasai teknologi dan tembus pasar global - Ilustrasi RMN -
Wamen UMKM Helvi Moraza: UMKM tak boleh jadi penonton, kuasai teknologi dan tembus pasar global - Ilustrasi RMN -

RMBANTEN.COM — Jakarta — Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menegaskan ada tiga aspek utama yang harus diperkuat pelaku UMKM agar mampu naik kelas dan menembus pasar global.
 

Ketiganya adalah pemanfaatan teknologi, penguatan kemitraan, dan perluasan akses pasar.
 

Hal itu disampaikan Helvi dalam webinar RRI Fest 2026 bertema “Saatnya Menembus Pasar Global” yang diselenggarakan LPP RRI bersama Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS), Kamis (3/9/2026).
 

Teknologi Harus Bikin UMKM Lebih Produktif
 

Menurut Helvi, ketiga aspek tersebut tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Teknologi berperan meningkatkan produktivitas dan inovasi, kemitraan memperkuat skala usaha serta keterhubungan dengan rantai pasok, sementara akses pasar menjadi pintu bagi produk UMKM bertemu konsumen dan pembeli yang lebih luas.
 

Ia menekankan transformasi digital UMKM tidak boleh berhenti pada sekadar memiliki akun media sosial atau masuk ke platform digital.
 

“Digitalisasi harus bergerak dari sekadar go online menjadi go productive. Teknologi harus digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi, mengelola keuangan dan persediaan, membaca kebutuhan konsumen, hingga menciptakan inovasi,” kata Helvi.
 

Dengan pemanfaatan teknologi secara tepat, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, memperbaiki tata kelola usaha, sekaligus mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan pasar.
 

UMKM Tak Bisa Tumbuh Sendiri
 

Selain digitalisasi, Helvi mendorong pelaku UMKM memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak, mulai dari usaha besar, BUMN, lembaga pembiayaan, distributor, pembeli, platform digital hingga perguruan tinggi.
 

Kemitraan tersebut dinilai penting untuk membuka akses terhadap teknologi, pembiayaan, pengetahuan, standardisasi, sekaligus memperkuat posisi UMKM dalam rantai pasok.
 

“Pengusaha UMKM tidak bisa tumbuh sendiri. Kemitraan menjadi penting untuk memperkuat kapasitas usaha sekaligus membuka akses terhadap teknologi, pembiayaan, pengetahuan, standardisasi, dan rantai pasok,” ujarnya.
 

Pasar Global Terbuka Lebar
 

Helvi melihat peluang ekspansi produk UMKM Indonesia ke pasar global semakin terbuka. Data Kementerian Perdagangan mencatat transaksi business matching UMKM dengan pembeli internasional mencapai sekitar 57,61 juta dolar AS sepanjang Januari-April 2025 melalui 246 kegiatan business matching.
 

Peluang tersebut juga didukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025 yang dirilis Google, Temasek, dan Bain & Company pada November 2025, nilai gross merchandise value (GMV) ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai 99 miliar dolar AS pada 2025.
 

Sektor e-commerce menjadi kontributor terbesar dengan nilai sekitar 71 miliar dolar AS.
 

Ekonomi Kreatif dan Pasar Halal Jadi Peluang
 

Potensi ekspansi juga terlihat dari sektor ekonomi kreatif. Berdasarkan data Kementerian Ekonomi Kreatif pada 2026, subsektor fesyen menyumbang sekitar 58,55 persen dari total ekspor barang ekonomi kreatif Indonesia sepanjang Januari-April 2026.
 

Sementara itu, pasar halal global menawarkan ruang pertumbuhan yang sangat besar bagi produk Indonesia.
 

Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report 2024/25 dari DinarStandard, belanja konsumen Muslim pada enam sektor ekonomi riil mencapai 2,43 triliun dolar AS pada 2023 dan diproyeksikan meningkat menjadi 3,36 triliun dolar AS pada 2028.
 

Menurut Helvi, besarnya peluang tersebut harus diikuti kesiapan pelaku UMKM.
 

Kualitas Produk Jadi Kunci
 

Helvi menekankan pelaku UMKM harus memperkuat kualitas produk, memenuhi standar dan sertifikasi, memperbaiki desain serta kemasan, membangun merek, hingga memastikan kapasitas produksi dan kontinuitas pasokan.
 

“Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi UMKM di pasar global, termasuk melalui ekonomi digital dan pasar halal. Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas produk, sertifikasi, desain, kemasan, merek, kapasitas produksi, serta kontinuitas pasokan,” katanya.
 

Artinya, UMKM tidak cukup hanya memiliki produk yang bagus. Produk tersebut juga harus memenuhi standar yang dibutuhkan pasar internasional dan mampu diproduksi secara konsisten.
 

Pemerintah Perkuat Ekosistem UMKM
 

Untuk membantu pelaku UMKM memanfaatkan peluang tersebut, Kementerian UMKM terus memperkuat ekosistem pengembangan usaha melalui pendampingan, standardisasi dan sertifikasi, pembiayaan, kemitraan, perluasan akses pasar, serta digitalisasi layanan.
 

Salah satunya melalui SAPA UMKM, platform layanan terpadu Kementerian UMKM yang memudahkan pelaku usaha memperoleh informasi dan mengakses berbagai layanan pengembangan usaha.
 

Penguatan ekosistem tersebut diarahkan agar semakin banyak UMKM mampu meningkatkan skala usaha, masuk ke rantai pasok, dan menjangkau pasar yang lebih luas.
 

Jangan Jadi Penonton Ekonomi Global
 

Helvi menegaskan pemerintah ingin UMKM Indonesia tidak hanya menjadi konsumen dalam pertumbuhan ekonomi global, tetapi ikut menjadi pemain di dalamnya.
 

“Kita ingin UMKM Indonesia bukan hanya menjadi penonton dalam pertumbuhan ekonomi global, tetapi menjadi bagian dari rantai nilai global. Karena itu, kami terus mendorong agar pengusaha UMKM memiliki kapasitas, kualitas, dan kesiapan untuk masuk ke pasar yang lebih luas,” ujar Helvi.
 

Ia juga mengapresiasi kolaborasi LPP RRI dan GEKRAFS yang memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperoleh informasi, memperluas jejaring, sekaligus menemukan peluang pasar baru.
 

Menurut Helvi, keberanian membuka pasar harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas usaha agar produk UMKM Indonesia mampu bersaing secara berkelanjutan, baik di dalam negeri maupun pasar internasional.
 

“Kami mengajak seluruh pengusaha UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi, membangun kemitraan, dan aktif menjemput peluang. Jangan hanya menunggu pasar datang, tetapi kita harus berani mencari dan membuka pasar baru, termasuk pasar global,” pungkasnya.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: