Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Pasca Penggerudukan SDIP Pamulang, Spanduk Serang YSA Bertebaran! Ilham Aufa: Sikap Kerdil

Laporan: Tim Redaksi
Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB
Konplik antara UIN Jakarta dengan Yayasan Syarief Hidayatullah melebar black campaign ketua YSA dan Dewan Pembina - RMN -
Konplik antara UIN Jakarta dengan Yayasan Syarief Hidayatullah melebar black campaign ketua YSA dan Dewan Pembina - RMN -

RMBANTEN.COM — Pamulang, Tangsel — Konflik pengelolaan TK Islam Pembangunan (TKIP) dan SD Islam Pembangunan (SDIP) Pamulang antara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Yayasan Syarif Hidayatullah (YSA) kembali memanas.
 

Pasca aksi penggerudukan di lingkungan SDIP Pamulang, sejumlah spanduk bernada tudingan dan serangan terhadap Ketua YSA Ilham Aufa serta Dewan Pembina ditemukan terpasang di sejumlah titik di kawasan Pamulang, termasuk di sekitar Tugu Pamulang.
 

Kemunculan spanduk tersebut dinilai pihak YSA sebagai bentuk black campaign yang sengaja diarahkan untuk mendiskreditkan pihak yayasan di tengah proses hukum yang masih berjalan.
 

Spanduk Muncul di Sejumlah Titik
 

Berdasarkan foto yang diterima Raja Media, Jumat (28/8/2026) sejumlah spanduk berisi tulisan bernada tudingan terlihat dipasang di pinggir jalan dan ruang publik kawasan Pamulang.
 

Materi tulisan dalam spanduk tersebut menyasar nama Ilham Aufa serta Andi Syafrani. Namun, isi tudingan yang tercantum dalam spanduk tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
 

Kemunculan spanduk menjadi perhatian karena terjadi ketika sengketa antara UIN Jakarta dan YSA masih berada dalam proses penyelesaian hukum.
 

Ilham Aufa Pilih Santai
 

Ketua YSA Ilham Aufa mengaku tidak terlalu mempersoalkan munculnya spanduk-spanduk tersebut.
 

Menurutnya, cara-cara seperti itu justru menunjukkan sikap yang dinilainya tidak dewasa dalam menghadapi persoalan yang semestinya diselesaikan melalui mekanisme hukum.


“Saya santai saja menghadapi tuduhan-tuduhan seperti itu. Justru menurut saya, langkah yang diambil menunjukkan sikap kerdil dan ketidakdewasaan dari orang-orang yang bermain di belakang spanduk itu,” ujar Ilham.
 

Ia menegaskan pihaknya tidak ingin terpancing dengan berbagai tudingan yang disampaikan melalui spanduk maupun ruang publik.
 

YSA Pilih Hadapi Lewat Jalur Hukum
 

Ilham mengatakan sengketa antara YSA dan UIN Jakarta saat ini sedang berjalan melalui proses hukum.
 

Karena itu, menurutnya, seluruh pihak seharusnya menghormati proses tersebut dan tidak membangun opini melalui tudingan yang belum terbukti.
 

Ia menegaskan YSA akan tetap mengikuti mekanisme hukum untuk menyelesaikan persoalan pengelolaan aset dan lembaga pendidikan yang menjadi pokok konflik.
 

“Proses hukum sedang berjalan. Jadi kami memilih untuk menghadapi persoalan ini melalui jalur hukum dan tidak terpancing dengan berbagai tuduhan,” tegasnya.
 

YSA Klaim Menang di Tahap Awal
 

Ilham juga menyebut pihak YSA telah memperoleh kemenangan dalam tahap awal proses hukum, salah satunya terkait pencabutan Keputusan Menteri Agama (KMA) yang menjadi bagian dari persoalan sengketa tersebut.
 

Menurutnya, putusan atau keputusan hukum tersebut menjadi dasar bagi YSA untuk tetap menempuh jalur hukum dalam mempertahankan kepentingannya.
 

Ia menilai perkembangan tersebut semestinya menjadi alasan bagi seluruh pihak untuk menunggu proses hukum hingga memperoleh kepastian, bukan justru melakukan serangan melalui ruang publik.
 

Konflik Jangan Seret Dunia Pendidikan
 

Persoalan yang terjadi di lingkungan TKIP dan SDIP Pamulang sebelumnya telah mendapat perhatian luas setelah aksi penggerudukan yang berlangsung di lingkungan sekolah.
 

YSA berharap konflik kelembagaan tidak semakin melebar dan berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar maupun psikologis peserta didik.
 

Menurut Ilham, kepentingan pendidikan anak-anak harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun persoalan kelembagaan.
 

Spanduk Tak Akan Ubah Proses Hukum
 

Munculnya spanduk bernada serangan di sejumlah titik Pamulang menambah panas konflik antara YSA dan UIN Jakarta.
 

Namun, YSA menegaskan tidak akan mengubah sikapnya untuk menyelesaikan persoalan melalui jalur hukum.
 

Ilham menilai kebenaran dalam sengketa tersebut pada akhirnya harus ditentukan berdasarkan dokumen, fakta, dan putusan lembaga hukum, bukan melalui perang spanduk atau opini di ruang publik.
 

Konflik boleh memanas, tetapi hukum harus menjadi panglima. YSA menegaskan memilih menghadapi tudingan dengan proses hukum, bukan perang opini di jalanan.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: