Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Menteri Maman Ajak Mahasiswa Ubah Mainset Pencari Kerja Menjadi Pencipta Lapangan Kerja

Laporan: Firman
Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:13 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat orasi ilmiah di Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (20/8/2026). - Foto: Humas Kementerian UMKM -
Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat orasi ilmiah di Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (20/8/2026). - Foto: Humas Kementerian UMKM -

RMBANTEN.COM — Medan -  Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengajak mahasiswa mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Kewirausahaan, menurutnya, harus mulai dipandang sebagai pilihan karier setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan.
 

Pesan tersebut disampaikan Maman dalam orasi ilmiah di Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (20/8/2026).
 

Menurutnya, perubahan pola pikir generasi muda semakin penting di tengah tantangan ketenagakerjaan Indonesia. Saat ini terdapat sekitar 7,2 juta pengangguran, sementara sekitar 85,3 juta pekerja berada di sektor informal.
 

Jangan Hanya Berpikir Cari Kerja
 

Maman menilai keberhasilan mahasiswa setelah lulus tidak seharusnya hanya diukur dari kemampuan mendapatkan pekerjaan.
 

Generasi muda juga perlu didorong memiliki keberanian membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.

“Masih sangat jarang yang berpikir, bagaimana caranya saya lulus cepat, setelah itu saya menjadi pencipta pekerja atau entrepreneur,” kata Maman.
 

Menurutnya, pendidikan tinggi harus ikut membentuk keberanian mahasiswa untuk melihat dunia usaha sebagai salah satu pilihan masa depan.
 

Kampus Harus Jadi Inkubator Pengusaha
 

Maman menilai kampus memiliki posisi strategis untuk melahirkan generasi pengusaha baru.
 

Semakin banyak pengusaha yang tumbuh, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan kerja, meningkatnya aktivitas ekonomi, dan menguatnya fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.
 

“Kalau jumlah entitas atau pengusahanya semakin banyak, maka tingkat pertumbuhan ekonomi sebuah negara konsekuensinya akan semakin meningkat. Salah satu solusi untuk menekan angka pengangguran adalah mendorong kampus sebagai laboratorium atau inkubator untuk menghasilkan pengusaha-pengusaha hebat di Tanah Air,” ujarnya.
 

Karena itu, perguruan tinggi didorong memperkuat fungsi inkubator bisnis sebagai ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pelatihan, pendampingan, pengembangan model bisnis hingga akses ke ekosistem usaha.
 

Chairul Tanjung Jadi Contoh
 

Maman mencontohkan perjalanan pengusaha Chairul Tanjung yang mulai merintis usaha sejak menjadi mahasiswa.
 

Saat itu, Chairul Tanjung mengawali aktivitas bisnis dengan berjualan buku dan membuka jasa fotokopi bahan kuliah.
 

Menurut Maman, kisah tersebut menunjukkan bahwa kewirausahaan dapat dimulai dari lingkungan kampus dan tidak selalu membutuhkan usaha besar sejak awal.
 

Yang terpenting, mahasiswa mampu membaca kebutuhan di sekitarnya lalu mengubahnya menjadi peluang ekonomi.
 

81 Persen Anak Muda Ingin Jadi Pengusaha
 

Potensi kewirausahaan di kalangan anak muda Indonesia dinilai cukup besar.
 

Maman menyebut data UNDP menunjukkan sekitar 81 persen anak muda Indonesia menyatakan memiliki keinginan menjadi wirausaha.
 

Namun, tantangannya adalah bagaimana keinginan tersebut diterjemahkan menjadi semakin banyak usaha baru yang benar-benar tumbuh, bertahan dan menciptakan lapangan kerja.
 

Karena itu, minat kewirausahaan perlu didukung ekosistem yang mampu mengubah ide menjadi bisnis nyata.
 

Pemerintah Siap Gandeng Perguruan Tinggi
 

Kementerian UMKM menyatakan siap memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk menyiapkan wirausaha muda secara lebih terstruktur.
 

Kolaborasi pemerintah dan kampus diharapkan dapat menjembatani gagasan mahasiswa dengan ekosistem usaha sehingga berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang produktif.
 

Selain inkubasi bisnis, pemerintah juga terus mendorong kemudahan legalitas dan sertifikasi UMKM melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
 

Langkah tersebut diharapkan membuat proses perizinan dan sertifikasi semakin cepat serta mudah diakses calon pengusaha maupun pelaku UMKM.
 

Riset Kampus Jangan Berhenti di Laboratorium
 

Maman juga menekankan pentingnya menghubungkan hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha.
 

Menurutnya, inovasi yang dihasilkan kampus tidak boleh berhenti sebagai karya akademik. Hasil riset harus didorong memiliki nilai komersial, menciptakan nilai tambah, dan membuka peluang usaha.
 

“Sebagus apa pun hasil riset yang dimiliki kampus, jangan hanya menjadi pajangan di laboratorium. Bagaimana hasil riset tersebut mampu memberikan efek atau nilai komersial, memberikan nilai tambah dan pemberdayaan bagi dosen maupun mahasiswa yang terlibat,” ujar Maman.
 

Dengan demikian, kampus bukan hanya mencetak lulusan yang siap bekerja, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan kelahiran pengusaha baru.
 

Mahasiswa Harus Siap Hadapi Era AI
 

Maman juga mengingatkan mahasiswa agar mempersiapkan diri menghadapi perubahan teknologi yang berlangsung cepat, termasuk perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).
 

Menurutnya, transformasi digital akan mengubah banyak model bisnis sekaligus menciptakan jenis pekerjaan dan peluang usaha baru yang saat ini bahkan belum tersedia.
 

“Artinya, tantangan kita ke depan tidak sederhana. Kita harus mulai mengubah cara melihat masa depan dengan bergandengan tangan antara pemerintah, sivitas akademika, dan mahasiswa untuk memberikan bekal menghadapi tantangan global,” ungkapnya.
 

SAPA UMKM Perluas Akses Pelaku Usaha
 

Dalam kesempatan tersebut, Maman juga memperkenalkan SAPA UMKM, terobosan digital Kementerian UMKM yang diarahkan untuk memperluas akses layanan bagi sekitar 57 juta UMKM di Indonesia.
 

Platform tersebut ditujukan untuk menghubungkan pelaku UMKM dengan berbagai layanan yang dibutuhkan dalam pengembangan usaha, mulai dari pelatihan, akses pembiayaan hingga pemasaran.
 

Dari Kampus untuk Ekonomi Indonesia
 

Maman berharap penguatan inkubasi bisnis, hilirisasi riset, kemudahan legalitas, pemanfaatan teknologi dan perluasan akses ekosistem usaha dapat mendorong semakin banyak generasi muda berani memilih jalan kewirausahaan.
 

Kampus diharapkan tidak hanya menjadi tempat mencetak pencari kerja, tetapi juga menjadi tempat lahirnya pencipta lapangan kerja.
 

Dengan semakin banyak pengusaha muda yang inovatif dan adaptif, Indonesia diharapkan memiliki fondasi ekonomi yang semakin kuat sekaligus mampu menghadapi perubahan dunia kerja di era digital.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: