Ekspor Banten Tembus Rp40,8 Miliar, Andra Soni Pacu UMKM Naik Kelas & Tembus Pasar Dunia
RMBANTEN.COM — Kota Tangerang — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk mendorong produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin berkualitas, memenuhi standar ekspor, dan mampu bersaing di pasar internasional.
Komitmen tersebut disampaikan Andra Soni saat menghadiri Pelepasan Ekspor Komoditas Unggulan Banten di Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Banten, Kota Tangerang, Jumat (21/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas unggulan Banten dilepas untuk pasar ekspor dengan total nilai mencapai Rp40,8 miliar.
Produk Banten Mulai Menembus Pasar Dunia
Andra Soni mengatakan, pemerintah daerah terus membuka ruang bagi pelaku UMKM agar tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga mampu masuk ke pasar internasional.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Klinik Ekspor dan Bazar UMKM Orientasi Ekspor.
Program tersebut memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk mendapatkan informasi, pendampingan, fasilitasi, serta akses menuju jejaring pasar yang lebih luas.
Menurut Andra, penguatan kapasitas UMKM menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
“Pemprov Banten akan terus mendorong UMKM untuk naik kelas,” tegas Andra Soni.
Ekspor Komoditas Banten Tumbuh Positif
Kinerja ekspor komoditas yang ditangani BKHIT Banten juga menunjukkan tren positif.
Pertumbuhan tercatat pada sejumlah sektor, yakni ekspor hewan naik 21 persen, komoditas ikan naik 279 persen, serta komoditas tumbuhan naik 25,4 persen.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin terbukanya peluang komoditas Banten untuk masuk ke pasar internasional.
Pemerintah Provinsi Banten melihat potensi tersebut sebagai peluang yang perlu terus diperkuat melalui peningkatan kualitas produk, standar keamanan, sertifikasi, serta pendampingan bagi pelaku usaha.
Sarang Burung Walet, Manggis hingga Kepiting Diekspor
Dalam kegiatan pelepasan ekspor tersebut, turut dilepas sejumlah komoditas unggulan Banten, di antaranya sarang burung walet, manggis, dan kepiting.
Total nilai ekspor komoditas tersebut mencapai Rp40,8 miliar.
Pelepasan ekspor ini sekaligus menjadi gambaran bahwa produk hasil pertanian, perikanan, dan peternakan Banten memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan menjadi komoditas berorientasi ekspor.
UMKM Didorong Naik Kelas
Andra Soni menilai keberhasilan UMKM menembus pasar internasional membutuhkan dukungan ekosistem yang kuat.
Tidak hanya kualitas produk, pelaku UMKM juga harus mampu memenuhi berbagai persyaratan pasar ekspor, mulai dari standar mutu, kemasan, legalitas, sertifikasi hingga kemampuan memenuhi permintaan pasar secara berkelanjutan.
Karena itu, Pemprov Banten akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan pendampingan kepada pelaku usaha.
Dari Banten untuk Pasar Global
Andra berharap semakin banyak produk UMKM dan komoditas unggulan Banten yang mampu menembus pasar dunia.
Menurutnya, keberhasilan produk lokal masuk pasar internasional bukan hanya memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha, tetapi juga meningkatkan nilai tambah daerah dan memperkenalkan potensi Banten kepada dunia.
“Produk Banten tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga menembus pasar global dan mengharumkan nama Banten di dunia.”
Dengan penguatan kualitas, pendampingan ekspor, dan perluasan jejaring pasar, Pemprov Banten optimistis UMKM daerah dapat semakin kompetitif sekaligus menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi Banten.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Parlemen 23 jam yang lalu
Pamenteun | 6 hari yang lalu
Pendidikan | 5 hari yang lalu
Warta Banten | 6 hari yang lalu
Warta Banten | 6 hari yang lalu
Nagara | 5 hari yang lalu
Nagara | 4 hari yang lalu
Ékobis | 6 hari yang lalu
Warta Banten | 1 hari yang lalu
Warta Banten | 2 hari yang lalu