Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Dimyati Paparkan Strategi Ketahanan Pangan Banten di Hadapan Peserta P4N Lemhannas

Laporan: CAREP-02
Selasa, 10 Maret 2026 | 09:02 WIB
Wakil Gubernur Bante A Dimyati Natakusumah memaparkan strategi ketahanan pangan Banten di hadapan peserta P4N Lemhannas - Biro Adpimpro Banten -
Wakil Gubernur Bante A Dimyati Natakusumah memaparkan strategi ketahanan pangan Banten di hadapan peserta P4N Lemhannas - Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM - Kota Serang — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah memaparkan strategi penguatan ketahanan pangan daerah saat menerima peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXIX Tahun 2026 di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (9/3/2026).
 

Dalam kesempatan tersebut, Dimyati menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Banten dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus mendorong peningkatan produksi pertanian.
 

Banten Dibagi Dua Kekuatan Ekonomi
 

Dimyati menjelaskan bahwa wilayah Provinsi Banten memiliki karakteristik pembangunan yang berbeda antara wilayah utara dan selatan.
 

Wilayah utara yang mencakup kawasan Tangerang Raya dikenal sebagai pusat industri dan pertumbuhan ekonomi. Sementara wilayah selatan yang meliputi Kabupaten Pandeglang, Lebak, dan Serang menjadi basis pertanian dan perkebunan.
 

Menurutnya, kombinasi dua kekuatan tersebut membuat Banten memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
 

“Wilayah selatan Banten saat ini bahkan menjadi salah satu lumbung pangan nasional yang menempati posisi ke-8,” ujar Dimyati.
 

Produksi Padi Banten Melonjak
 

Dimyati mengungkapkan, produksi padi di Banten mengalami peningkatan signifikan pada 2025. Total produksi naik 14,41 persen, dari sekitar 1,55 juta ton menjadi 1,77 juta ton.
 

Kenaikan tersebut juga didorong oleh perluasan lahan pertanian dari 299 ribu hektare menjadi 349.288 hektare.
 

Menurutnya, capaian tersebut sejalan dengan tema SSDN P4N tahun ini yang mengangkat isu kebijakan pangan nasional menuju ketahanan pangan dan kesejahteraan Indonesia.
 

Untuk menjaga keberlanjutan produksi, Pemprov Banten menjalankan berbagai program seperti optimalisasi jaringan irigasi, pemberian bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga percepatan masa tanam bagi petani.
 

Kemandirian Fiskal Banten Tertinggi
 

Selain sektor pertanian, Dimyati juga menyinggung kekuatan fiskal daerah. Ia menyebut Banten saat ini memiliki tingkat kemandirian fiskal tertinggi secara nasional.
 

“Kemandirian fiskal Banten mencapai sekitar 80 persen, sehingga sebagian besar pembangunan daerah didukung oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya.
 

Kolaborasi Pemprov dan Polda Kembangkan Jagung
 

Tak hanya fokus pada padi, Pemprov Banten juga mendorong pengembangan komoditas jagung. Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan Polda Banten.
 

Pada 2025, luas tanam jagung mencapai 2.498,5 hektare atau hampir memenuhi target yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebesar 2.500 hektare, dengan total produksi mencapai 2.997,1 ton.
 

Kapolda Banten Hengki menambahkan, pada 2026 pihaknya menargetkan perluasan lahan tanam jagung hingga 3.775,42 hektare.
 

“Pada kuartal pertama tahun ini sudah tertanam sekitar 406,27 hektare,” ujarnya.
 

Banten Jadi Lokasi Studi Strategis Lemhannas
 

Sementara itu, Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, Edwin, menjelaskan bahwa program P4N merupakan pendidikan strategis untuk menyiapkan calon pemimpin nasional.
 

Peserta program ini diproyeksikan menjadi pemimpin yang memiliki integritas, etika, dan kemampuan berpikir strategis dalam menghadapi tantangan nasional maupun global.
 

Tahun ini program diikuti 54 peserta yang terdiri dari unsur TNI, Polri, ASN, serta peserta dari negara sahabat.
 

“Banten dipilih sebagai wilayah studi strategis untuk meningkatkan kemampuan analisis peserta terhadap berbagai persoalan daerah,” kata Edwin.

 

Sumber: bantenprov.go.idrajamedia

Komentar: