Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Dimyati Buka Seba Baduy 2026: Kesederhanaan Harus Jadi Teladan!

Laporan: Firman
Sabtu, 25 April 2026 | 07:16 WIB
Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, resmi membuka rangkaian Seba Baduy 2026 di Alun-Alun Barat Kota Serang, Jumat (24/4/2026). - Foto: Biro Adpimpro Bantn -
Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, resmi membuka rangkaian Seba Baduy 2026 di Alun-Alun Barat Kota Serang, Jumat (24/4/2026). - Foto: Biro Adpimpro Bantn -

RMBANTEN.COM — Kota Serang — Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, resmi membuka rangkaian Seba Baduy 2026 di Alun-Alun Barat Kota Serang, Jumat (24/4/2026).
 

Sebanyak sekitar 2.000 warga Suku Baduy dijadwalkan mengikuti tradisi tahunan ini—sebuah ritual sakral pasca panen yang menjadi simbol syukur sekaligus jembatan silaturahmi dengan pemerintah.
 

Tradisi Jalan Kaki: Dari Hutan ke Pusat Pemerintahan
 

Seba Baduy bukan sekadar seremoni budaya. Tradisi ini menyimpan pesan kuat tentang keteguhan adat.
 

Warga Baduy berjalan kaki dari Desa Kanekes menuju Rangkasbitung hingga Kota Serang. Perjalanan panjang itu bukan hanya fisik, tetapi juga simbol kesederhanaan, ketaatan, dan harmoni dengan alam.
 

“Ini yang harus diteladani,” tegas Dimyati.
 

Filosofi Baduy: Hidup Tanpa Berlebihan
 

Dalam sambutannya, Dimyati menekankan nilai-nilai luhur yang terus dijaga masyarakat Baduy:
 

1. Menjaga hutan, sungai, dan lingkungan 

2. Hidup sederhana tanpa ketergantungan teknologi 

3. Disiplin dan teguh memegang adat 
 

Menurutnya, di tengah modernisasi yang kian cepat, prinsip hidup masyarakat Baduy justru menjadi pengingat penting bagi semua pihak.
 

Tiga Hari Penuh Budaya
 

Rangkaian Seba Baduy 2026 digelar selama tiga hari, 24–26 April 2026, dengan berbagai agenda:
 

Hari Pertama
Pasar kerajinan, UMKM, diskusi budaya, hingga pertunjukan seni tradisional
 

Hari Kedua
Kedatangan warga Baduy dan karnaval Rampak Seba Nusantara
 

Hari Ketiga
Prosesi Mumuluk dan penutupan
 

Komitmen Pemprov: Jaga Tanpa Mengganggu
 

Pemerintah Provinsi Banten menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keberadaan masyarakat Baduy tanpa mengintervensi adat istiadat mereka.
 

Bagi Pemprov, Seba Baduy bukan sekadar agenda tahunan, melainkan warisan budaya yang harus dilindungi—bukan diubah.
 

Di tengah arus globalisasi, pesan dari tanah Baduy tetap sederhana: hidup secukupnya, menjaga alam, dan setia pada nilai. Sebuah pelajaran yang, menurut Dimyati, justru semakin relevan hari ini.rajamedia

Komentar: