Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Wagub Dimyati Gas MBG 3B: Ibu Hamil–Balita Jadi Fokus, Generasi Emas Disiapkan!

Laporan: Firman
Jumat, 01 Mei 2026 | 18:44 WIB
Foto: Dok. Biro Adpimpro Banten
Foto: Dok. Biro Adpimpro Banten

RMBANTEN.COM - Lebak – Pemerintah Provinsi Banten tancap gas memperkuat fondasi generasi masa depan. Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B bukan sekadar bantuan pangan—melainkan strategi besar membangun kualitas SDM sejak dini.
 

Pernyataan itu disampaikan dalam agenda Saba Budaya bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga di SPPG Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Kamis (30/4/2026).
 

Fokus Golden Age: 0–5 Tahun Penentu Masa Depan
 

Dimyati menekankan, masa balita adalah periode emas yang tak boleh disia-siakan.
 

Program MBG 3B menyasar tiga kelompok utama:
 

1. Ibu hamil 

2. Ibu menyusui 

3. Balita non-PAUD 
 

“Balita adalah masa golden age. Kalau sejak awal gizinya baik, kita bisa mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
 

Program Prabowo–Gibran, Sentuh Akar Masalah
 

Dimyati menyebut program ini merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
 

Tujuannya jelas: menekan stunting sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga.
 

“Ini bukan hanya soal gizi, tapi kepedulian sosial. Beban keluarga bisa berkurang signifikan,” ujarnya.
 

Pesan Tegas: Jangan Jadi Proyek Bisnis!
 

Dimyati memberi peringatan keras kepada pelaksana program, khususnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
 

“Satuan pelayanan harus berorientasi sosial, bukan bisnis. Kalau ada yang buruk, perbaiki. Kalau tidak bisa, berhentikan,” tegasnya.
 

Distribusi Dikawal Ketat, Libatkan TPK
 

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, menjelaskan mekanisme distribusi.
 

Alurnya: SPPG → Posyandu → Tim Pendamping Keluarga (TPK) → Penerima
 

Ia mengingatkan kualitas makanan harus dijaga.
 

“Jangan sampai makanan basi. Stunting itu bukan hanya soal gizi, tapi juga sanitasi dan pernikahan dini,” katanya.
 

Lebak Masih Berjuang Lawan Stunting
 

Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, mengungkap tantangan di lapangan.
 

Stunting masih dipengaruhi:
 

1. Kemiskinan ekstrem 

2. Akses terbatas di wilayah perbatasan hutan dan taman nasional 
 

Infrastruktur Dikebut: Ratusan Dapur Gizi Dibangun
 

Untuk mendukung program MBG 3B, pembangunan fasilitas terus dipercepat.
 

Data sementara:
 

1. Kebutuhan SPPG: 265 unit 

2. Terbangun: 193 unit 

3. Khusus MBG 3B: 51 unit (37 selesai, 14 proses) 
 

Target Besar: Generasi Sehat, Banten Kuat
 

Pemprov Banten menaruh harapan besar pada program ini sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.
 

Pesannya tegas: Perang melawan stunting dimulai dari piring makan—dan masa depan bangsa ditentukan dari sana.rajamedia

Komentar: