Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Wagub Banten All Out Dukung Pergunu & JKSN: Ulama-Santri Jadi Pilar Pembangunan!

Laporan: Firman
Sabtu, 04 April 2026 | 06:03 WIB
Wakil Gubernur Banten, A Dimyati Natakusumah - Foto: Biro Adpimpro Banten -
Wakil Gubernur Banten, A Dimyati Natakusumah - Foto: Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM — Tangerang — Wakil Gubernur Banten, A Dimyati Natakusumah, tancap gas memperkuat peran ulama dan santri. Dukungan penuh diberikan untuk pengembangan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) dan Jaringan Kiyai dan Santri Nasional (JKSN) di Provinsi Banten.
 

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus JKSN se-Banten dan Pergunu Kota/Kabupaten Tangerang periode 2026–2031 di Pondok Pesantren Miftahul Khaer I, Jumat (3/4/2026).
 

Ulama & Santri, Kunci Banten Maju
 

Dimyati menegaskan, pembangunan daerah tak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran ulama dan santri dinilai strategis, terutama dalam mencetak SDM unggul yang berlandaskan nilai keagamaan.
 

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan semua pihak untuk mewujudkan Banten maju, adil merata, dan tidak korupsi,” tegasnya.
 

Pergunu & JKSN Didorong Lebih Aktif
 

Wagub berharap Pergunu dan JKSN tidak hanya menjadi organisasi formal, tetapi aktif berkontribusi dalam pembangunan sosial dan pendidikan masyarakat.
 

Menurutnya, kekuatan jaringan guru, kiai, dan santri bisa menjadi motor penggerak perubahan—terutama dalam membangun karakter generasi muda.
 

Bantuan untuk Pesantren Disalurkan
 

Dalam kesempatan itu, Dimyati juga menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk sarana dan prasarana pesantren. Bantuan tersebut bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Banten (Baznas).
 

Langkah ini menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap penguatan lembaga pendidikan berbasis pesantren.
 

Pejabat Banten Turut Hadir
 

Acara pelantikan turut dihadiri sejumlah pejabat Pemprov Banten, mulai dari Asda I Setda Komarudin, Staf Ahli Gubernur Kurnia Satriawan dan Nana Supiana, hingga Kepala Biro Kesra Tb Rubal Faisal serta Kepala Baznas Banten Wawan Wahyudin.
 

Sinergi Jadi Kunci
 

Dimyati menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat adalah fondasi utama pembangunan.
 

Di Banten, pesantren bukan sekadar pusat pendidikan—tapi juga benteng moral. Ketika ulama, santri, dan pemerintah berjalan seirama, arah pembangunan tak hanya maju, tapi juga bermartabat.rajamedia

Komentar: