Ferran Torres Bungkam Argentina di Extra Time, Spanyol Sah Dua Bintang
RMBANTEN.COM — New Jersey, FIFA World Cup — Penantian 16 tahun akhirnya berakhir. Spanyol resmi menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Argentina 1-0 melalui gol dramatis Ferran Torres di babak perpanjangan waktu dalam partai final yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Senin (20/7).
Kemenangan ini mengantarkan La Roja meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah setelah terakhir kali berjaya di Afrika Selatan pada 2010.
Di sisi lain, Argentina harus mengubur mimpi mempertahankan mahkota juara dunia yang mereka raih di Qatar 2022.
Ferran Torres Jadi Pahlawan La Roja
Gol yang ditunggu jutaan pendukung Spanyol akhirnya lahir pada menit ke-106.
Serangan diawali aksi Lamine Yamal yang mengirim umpan silang akurat ke kotak penalti. Nico Williams kemudian menyundul bola kembali ke tengah sebelum disambar Ferran Torres dengan tendangan kaki kiri keras yang tak mampu dibendung Emiliano Martínez.
Gol tersebut sontak mengubah MetLife Stadium menjadi lautan merah. Para pemain Spanyol berhamburan merayakan momen yang akhirnya memastikan mereka kembali menjadi raja sepak bola dunia.
Gol Nico Williams Sempat Dianulir
Sebelum Ferran Torres memecahkan kebuntuan, Spanyol sebenarnya sempat lebih dulu membobol gawang Argentina.
Pada babak pertama extra time, Nico Williams sukses mencetak gol. Namun setelah meninjau proses permainan, wasit menganulirnya karena Mikel Merino dinilai melakukan pelanggaran terhadap Nicolás Otamendi saat perebutan bola.
Keputusan itu sempat membuat kubu Spanyol kecewa, tetapi mereka akhirnya tetap menemukan gol kemenangan beberapa menit kemudian.
Argentina Bertahan Habis-habisan dengan 10 Pemain
Argentina memasuki babak tambahan dalam kondisi pincang setelah Enzo Fernández menerima kartu merah di penghujung waktu normal.
Meski bermain dengan 10 pemain, Albiceleste memperlihatkan semangat juang luar biasa.
Kiper Emiliano Martínez tampil heroik dengan mencatatkan 11 penyelamatan penting, menggagalkan satu demi satu peluang emas Spanyol dan membuat pertandingan tetap hidup hingga menit-menit akhir.
Peluang terakhir Argentina datang melalui pemain pengganti Giuliano Simeone, namun tendangan volinya melambung di atas mistar dan mengubur harapan Albiceleste membawa laga ke adu penalti.
Dominasi Total La Roja
Sepanjang 120 menit pertandingan, Spanyol tampil jauh lebih dominan.
Lini tengah yang dipimpin Rodri mengontrol tempo permainan, sementara pertahanan yang dikomandoi Pau Cubarsí membuat Argentina tak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang laga.
Statistik menjadi bukti mutlak superioritas La Roja.

Tiga Rekor Bersejarah Tercipta
Gelar ini bukan sekadar trofi kedua bagi Spanyol.
La Roja juga menorehkan sejumlah catatan emas dalam sejarah sepak bola dunia.
Pertama, Spanyol menjadi negara pertama yang mampu menyandang status juara dunia sepak bola putra dan putri secara bersamaan, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih negara mana pun.
Kedua, Luis de la Fuente (65 tahun) resmi menjadi pelatih tertua dalam sejarah yang berhasil menjuarai Piala Dunia.
Ketiga, dominasi Spanyol sepanjang turnamen menegaskan kebangkitan generasi baru sepak bola Negeri Matador yang dipimpin talenta muda seperti Lamine Yamal, dipadukan pengalaman pemain-pemain senior.
Akhir Era Argentina, Awal Kejayaan Baru Spanyol
Final Piala Dunia 2026 akan dikenang sebagai pertarungan strategi antara Luis de la Fuente dan Lionel Scaloni, duel yang berlangsung sengit hingga 120 menit.
Namun pada akhirnya, satu gol Ferran Torres menjadi pembeda.
Di MetLife Stadium, Spanyol kembali mengangkat trofi paling bergengsi di dunia, sementara Argentina harus pulang sebagai runner-up setelah perjuangan heroik dengan 10 pemain.
La Roja kembali menjadi Raja Dunia. 🏆🌍
RAJA MEDIA — Cepat, Tajam, Terpercaya.![]()
Patandang 1 hari yang lalu
Patandang | 5 hari yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu
Warta Banten | 1 hari yang lalu
Warta Banten | 1 hari yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu
Patandang | 4 hari yang lalu
Patandang | 5 hari yang lalu
Patandang | 23 jam yang lalu
Parlemen | 3 hari yang lalu