Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Wagub Banten Ingin Bedug Jadi Simbol Resmi Acara Pemerintahan

Laporan: Firman
Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:10 WIB
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah saat membuka langsung perhelatan budaya Gebrag Ngadu Bedug 2026 di Alun-alun Pandeglang, Jumat (29/5/2026). - Biro Adpimpro Banten -
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah saat membuka langsung perhelatan budaya Gebrag Ngadu Bedug 2026 di Alun-alun Pandeglang, Jumat (29/5/2026). - Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM — Pandeglang — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah membuka langsung perhelatan budaya Gebrag Ngadu Bedug 2026 di Alun-alun Pandeglang, Jumat (29/5/2026).
 

Dalam kesempatan itu, Dimyati menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan seni pukulan bedug menjadi simbol resmi pembukaan acara pemerintahan dan peresmian di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten.
 

Menurutnya, bedug bukan sekadar alat tradisional, tetapi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Banten.
 

“Nilai budaya dan identitas lokal bedug di Banten ini sangat kuat,” ujar Dimyati.
 

Bedug Diusulkan Jadi Identitas Seremonial Banten
 

Merespons aspirasi Asosiasi Seniman Bedug, Wagub Banten menegaskan akan berkoordinasi dengan para kepala daerah agar prosesi pembukaan acara resmi di Banten ke depan menggunakan ketukan bedug khas daerah.
 

Ia menilai langkah tersebut penting untuk menjaga sekaligus memperkuat warisan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

“Saya mendukung penuh agar pembukaan acara resmi menggunakan ketukan bedug asli daerah kita,” katanya.
 

Masuk KEN Dua Tahun Berturut-turut
 

Gebrag Ngadu Bedug 2026 kembali mencatat prestasi nasional setelah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI selama dua tahun berturut-turut.
 

Festival budaya tahunan ini diikuti 20 Kampung Bedug dari berbagai daerah di Banten.
 

Mengusung tema “Tang Ting Tung Dong, Warna Bunyi dalam Jerami”, acara berlangsung pada 29–31 Mei 2026 di Alun-alun Pandeglang.
 

Gerakkan UMKM dan Pariwisata
 

Tak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas para seniman dan komposer Nusantara, festival ini juga berdampak besar terhadap ekonomi lokal.
 

Ratusan pelaku UMKM dan sektor pariwisata Pandeglang ikut merasakan dampak positif dari ramainya pengunjung yang memadati lokasi acara.
 

Ribuan Warga Padati Alun-alun
 

Pembukaan Gebrag Ngadu Bedug 2026 turut dihadiri Komisaris Utama ITDC Irna Narulita, Asdep Pemasaran KEN Kemenpar Erwita Dianti, serta Bupati Pandeglang Dewi Setiani.

Unsur Forkopimda dan ribuan masyarakat juga tampak memadati Alun-alun Pandeglang untuk menyaksikan pembukaan festival budaya tersebut.
 

Dimyati berharap seni bedug terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai kebanggaan budaya Banten.
 

“Warisan budaya leluhur harus tetap hidup dan bergema lintas generasi,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: