Spanyol Vs Argentina: De la Fuente Tantang Scaloni, Perang Taktik Guru vs Murid!
RMBANTEN.COM — New Jersey, FIFA World Cup — Final Piala Dunia 2026 bukan sekadar mempertemukan dua raksasa sepak bola dunia, Spanyol dan Argentina. Di balik pertarungan para pemain, tersimpan duel yang tak kalah menarik di tepi lapangan: Luis de la Fuente versus Lionel Scaloni.
Yang membuat laga ini istimewa, kedua pelatih ternyata memiliki hubungan yang sangat dekat. Dulu mereka berada dalam satu ruang kelas. Kini, mereka berdiri berhadapan memperebutkan trofi paling bergengsi di dunia.
Guru vs Murid di Partai Puncak
Meski sama-sama sukses di level internasional, Luis de la Fuente dan Lionel Scaloni belum pernah bertemu sebagai lawan dalam pertandingan resmi.

Namun sejarah mencatat hubungan unik keduanya.
Pada 2017, saat mengikuti kursus UEFA Pro Licence di Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), Scaloni merupakan peserta didik, sementara De la Fuente menjadi salah satu instruktur yang mengajar materi teknik kepelatihan.
Sembilan tahun kemudian, sang murid kini berdiri sejajar dengan gurunya di panggung terbesar sepak bola dunia.
Sama-sama Lahir dari Tim Usia Muda
Kesamaan mereka tidak berhenti di ruang kelas.
Baik De la Fuente maupun Scaloni bukan pelatih yang lahir dari klub-klub elite Eropa.
Keduanya membangun reputasi melalui pembinaan tim nasional kelompok umur sebelum akhirnya dipercaya menangani tim senior dan sukses mengantar negaranya meraih gelar bergengsi.
Adu Prestasi Dua Juru Taktik
Luis de la Fuente mulai menangani tim senior Spanyol pada Januari 2023.
Dalam waktu singkat ia sukses mempersembahkan:
- Juara UEFA Nations League 2023.
- Juara Euro 2024.
- Rekor 13 pertandingan beruntun tanpa kekalahan di turnamen besar.
Sementara Lionel Scaloni telah lebih dulu membangun era keemasan Argentina sejak 2018 dengan raihan:
- Juara Piala Dunia 2022.
- Juara Copa América 2021 dan 2024.
- Juara Finalissima 2022.
- Membawa Argentina tampil di dua final Piala Dunia secara beruntun (2022 dan 2026).
Filosofi Berbeda, Target Sama
De la Fuente mempertahankan identitas sepak bola Spanyol dengan gaya tiki-taka modern yang lebih cepat, vertikal, dan disiplin dalam penguasaan bola.
Sebaliknya, Scaloni dikenal sangat fleksibel. Argentina mampu bermain menyerang maupun bertahan dengan intensitas tinggi, sambil memberi ruang bagi kreativitas para bintangnya seperti Lionel Messi.
Head-to-Head Masih Sama Kuat
Jika melihat sejarah pertemuan kedua negara, keseimbangan juga terlihat jelas.
Dari 14 pertemuan:
🇪🇸 Spanyol menang 6 kali
🇦🇷 Argentina menang 6 kali
🤝 Imbang 2 kali
Pertemuan terakhir terjadi pada laga persahabatan 2018 di Madrid, ketika Spanyol menghancurkan Argentina 6-1.
Prediksi Susunan Pemain
🇪🇸 Spanyol (4-2-3-1)
Kiper: Unai Simón
Belakang: Pedro Porro, Pau Cubarsí, Aymeric Laporte, Marc Cucurella
Gelandang Bertahan: Rodri, Fabián Ruiz
Gelandang Serang: Lamine Yamal, Dani Olmo, Álex Baena
Penyerang: Mikel Oyarzabal
🇦🇷 Argentina (4-4-2)
Kiper: Emiliano Martínez
Belakang: Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martínez, Nicolás Tagliafico
Gelandang: Leandro Paredes, Rodrigo De Paul, Enzo Fernández, Alexis Mac Allister
Depan: Lionel Messi, Julián Álvarez
Final Sulit Diprediksi
Final di Stadion MetLife dipastikan menjadi pertarungan dua filosofi sepak bola, dua generasi pemain, sekaligus dua pelatih dengan ikatan sejarah yang unik.
Sang guru ingin membawa Spanyol kembali ke puncak dunia.
Sang murid bertekad mempertahankan mahkota juara bagi Argentina.
Apa pun hasilnya nanti, satu hal sudah pasti: Piala Dunia 2026 akan melahirkan kisah baru yang layak dikenang sepanjang sejarah sepak bola.
RAJA MEDIA — Cepat, Tajam, Terpercaya.![]()
Patandang 16 jam yang lalu
Patandang | 4 hari yang lalu
Patandang | 5 hari yang lalu
Warta Banten | 18 jam yang lalu
Warta Banten | 17 jam yang lalu
Ékobis | 6 hari yang lalu
Patandang | 5 hari yang lalu
Patandang | 3 hari yang lalu
Patandang | 5 hari yang lalu
Patandang | 11 jam yang lalu