Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Satu Visi Lawan Stunting, Pilar Gaspol Konsolidasi Gizi Tangsel

Laporan: Firman
Jumat, 17 April 2026 | 17:39 WIB
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menhadiri  peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 di Aula Blandongan, Puspemkot Tangsel, Jumat (17/4/2026). - Foto: Dok Pemkot Tangsel -
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menhadiri peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 di Aula Blandongan, Puspemkot Tangsel, Jumat (17/4/2026). - Foto: Dok Pemkot Tangsel -

RMBANTEN.COM — Tangerang Selatan — Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan tancap gas. Ia mengonsolidasikan seluruh kekuatan lintas sektor untuk menekan angka stunting sekaligus memastikan pemenuhan gizi ibu dan anak berjalan terpadu.
 

Pesan tegas itu disampaikan dalam peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 di Aula Blandongan, Puspemkot Tangsel, Jumat (17/4/2026). Bukan sekadar seremoni, forum ini jadi ajang “penyatuan komando” para pemangku kepentingan gizi di Tangsel.
 

Konsolidasi Total: Gizi Bukan Tugas Satu Instansi
 

Pilar menegaskan, urusan gizi tidak bisa dikerjakan parsial. Semua harus bergerak serempak—dari Puskesmas, Dinas Kesehatan, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
 

“Jangan terpecah-pecah. Pencegahan stunting dan pemenuhan gizi ibu hamil, balita, dan anak adalah tugas bersama,” tegasnya.
 

Menurutnya, momentum ini penting untuk menyamakan persepsi antar-lembaga yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.
 

Target Ambisius: Stunting Turun ke 7 Persen
 

Pemkot Tangsel mematok target agresif: angka stunting turun ke 7 persen pada 2026. Target ini akan diuji melalui survei nasional yang kembali digelar tahun ini.
 

Strateginya? Kombinasi program lokal dan nasional:
 

1. Pemenuhan gizi ibu hamil dan menyusui 

2. Tablet tambah darah untuk remaja 

3. Dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) 
 

“Semua program harus saling menguatkan, bukan berjalan sendiri,” kata Pilar.
 

SPPG Digenjot, Standar Higienitas Diperketat
 

Saat ini, 97 SPPG sudah beroperasi di Tangsel. Pilar mendorong semuanya segera mengantongi Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS).
 

Langkah ini penting untuk memastikan kualitas makanan yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman.
 

“Kalau belum layak, harus dibenahi. Ini menyangkut kesehatan publik,” ujarnya.
 

Lingkungan Kotor? Pemkot Turun Tangan
 

Pilar juga menyoroti faktor lingkungan yang kerap luput. Drainase tersumbat, sampah menumpuk, hingga lokasi dekat pembuangan ilegal—semua bisa berdampak pada kualitas pangan.
 

Pemkot, kata dia, siap intervensi langsung.
 

“Kalau ada titik yang kotor, kami bersihkan. Ini bagian dari menjaga kualitas gizi juga,” tegasnya.
 

SPPG Tak Layak Bisa Direkomendasikan Ditutup
 

Tak hanya mendorong, Pemkot juga siap bertindak. Melalui Dinas Kesehatan, pemerintah daerah punya kewenangan memberi rekomendasi ke Badan Gizi Nasional jika ada SPPG yang tak memenuhi standar.
 

“Ini soal keselamatan masyarakat. Tidak boleh kompromi,” tandas Pilar.
 

Satu Komando, Satu Tujuan
 

Dengan konsolidasi lintas sektor, Pemkot Tangsel optimistis target penurunan stunting bisa tercapai. Kuncinya satu: visi yang sama dan kerja kolektif.
 

“Kalau semua bergerak bersama, hasilnya pasti terasa,” pungkas Pilar.rajamedia

Komentar: