Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Tangsel Siaga! Bullying, Konten Negatif dan Kekerasan Seksual Mengintai Anak-anak

Laporan: CAREP-02
Jumat, 15 Mei 2026 | 08:02 WIB
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan - Foto: Dok. Pemkot Tangsel -
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan - Foto: Dok. Pemkot Tangsel -

RMBANTEN.COM - Kota Tangsel – Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan mengingatkan ancaman serius yang kini mengintai anak-anak di era digital. Mulai dari paparan konten negatif media sosial, bullying, hingga kekerasan seksual di lingkungan sekolah.
 

Menurut Pilar, derasnya perkembangan teknologi membuat pola pengasuhan anak tidak lagi bisa dilakukan dengan cara lama.
 

“Anak-anak hari ini hidup pada era yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka tumbuh di tengah dunia yang sangat cepat, serba digital, dan penuh pengaruh,” kata Pilar saat menghadiri Seminar Parenting Nasional yang digelar Yatim Mandiri di Gedung Blandongan Puspemkot Tangerang Selatan, Rabu (13/5/2026).
 

Orang Tua dan Guru Diminta Jangan Lengah
 

Di hadapan para guru, kepala sekolah, dan pegiat pendidikan, Pilar menegaskan tantangan dunia pendidikan saat ini jauh lebih kompleks dibanding masa lalu.
 

Ia mengingatkan anak-anak sangat mudah meniru apa yang mereka lihat dari gawai dan media sosial.
 

“Kita kadang tidak tahu informasi apa yang didapat anak-anak setiap hari dari gawainya. Jangan sampai mereka terpapar konten yang tidak pantas atau kata-kata buruk,” ujarnya.
 

Karena itu, Pilar meminta orang tua dan guru lebih aktif mengawasi penggunaan gadget serta membatasi akses anak terhadap konten negatif di internet.
 

Teknologi Jangan Dimusuhi
 

Meski mengingatkan bahaya dunia digital, Pilar menegaskan teknologi tidak bisa dihindari karena sudah menjadi bagian penting dari masa depan generasi muda.
 

Menurutnya, yang harus dilakukan adalah membendung sisi negatif dan mengarahkan manfaat positif teknologi.
 

“Kalau kita tidak menggunakan teknologi digital, kita akan tertinggal dari negara lain. Tetapi yang negatif harus kita bendung, sedangkan yang positif harus diarahkan,” katanya.
 

Bullying Rusak Masa Depan Anak
 

Pilar juga menyoroti maraknya kasus bullying yang dinilai dapat meninggalkan luka psikologis panjang bagi korban maupun pelaku.
 

Ia menegaskan Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah menjalankan program Sekolah Aman dan Nyaman untuk menciptakan lingkungan pendidikan bebas kekerasan.
 

“Kalau bercanda tidak masalah, tetapi kalau sudah bullying itu berbahaya. Anak yang dibully bisa kehilangan rasa percaya diri,” tegas Pilar.
 

Menurutnya, pelaku bullying juga berisiko tumbuh menjadi pribadi yang terbiasa melakukan kekerasan hingga dewasa.
 

Pendidikan Seksual Dasar Harus Diberikan
 

Selain bullying, Pilar turut menyinggung kasus dugaan pencabulan anak di lingkungan sekolah yang sempat terjadi.
 

Ia meminta seluruh pihak lebih waspada terhadap potensi kekerasan seksual terhadap anak.
 

Menurut Pilar, pendidikan seksual dasar penting diberikan sejak dini agar anak memahami batas tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain.
 

“Pendidikan seksual bukan mengajarkan hal negatif, tetapi mengenalkan bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh orang lain,” jelasnya.
 

Guru Diminta Tinggalkan Cara Lama
 

Pilar juga mengajak para guru meninggalkan pola pendidikan lama yang identik dengan kekerasan fisik dan pendekatan menakutkan terhadap siswa.
 

“Sekarang zamannya berbeda. Guru bukan untuk ditakuti, tetapi menjadi pengayom,” ujarnya.
 

Ia menilai pendekatan pendidikan yang lebih interaktif dan menyenangkan akan membuat anak lebih mudah berkembang sekaligus memiliki karakter yang sehat.
 

AI Jadi Tantangan Baru Generasi Muda
 

Di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Pilar mengingatkan pentingnya membentuk generasi yang adaptif dan punya daya saing tinggi.
 

“Sekarang era AI. Banyak pekerjaan bisa tergantikan teknologi. Tetapi kalau anak-anak mampu menguasai teknologi dan menggunakannya dengan bijak, mereka akan mampu bersaing,” katanya.
 

Pilar menegaskan kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan lembaga sosial menjadi kunci menciptakan generasi muda yang cerdas dan siap menghadapi masa depan.

TAGS: rajamedia

Komentar: