Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Rumah 3 Hari Jadi! Kementerian PKP–Pemkot Tangerang Gaspol Dorong Hunian Modular

Laporan: Iyan Sopian
Jumat, 17 April 2026 | 20:26 WIB
Pengembangan rumah modular di Kota Tangerang jadii solusi percepatan penyediaan hunian layak bagi masyarakat. - Foto: Dok. Sinpo/RMN -
Pengembangan rumah modular di Kota Tangerang jadii solusi percepatan penyediaan hunian layak bagi masyarakat. - Foto: Dok. Sinpo/RMN -

RMBANTEN.COM — Kota Tangerang — Terobosan baru diluncurkan. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Pemerintah Kota Tangerang resmi mendorong pengembangan rumah modular sebagai solusi cepat penyediaan hunian layak.
 

Soft launching rumah modular tipe 27 meter persegi digelar di Rumah Budaya Betawi Cipondoh, Jumat (17/4/2026). Inovasi ini diposisikan sebagai jawaban atas kebutuhan rumah rakyat sekaligus dukungan program pembangunan tiga juta rumah.
 

Rumah Dirakit, Bukan Dibangun
 

Direktur Penyiapan Lahan dan PSU Kementerian PKP Indra Gunawan menegaskan, konsep modular menawarkan kecepatan yang belum pernah ada sebelumnya.
 

“Unitnya tinggal dirakit di lokasi. Prosesnya jauh lebih cepat dan efisien,” ujarnya.
 

Dalam kondisi darurat seperti bencana, model ini dinilai sangat relevan karena mampu mempercepat penyediaan hunian sementara maupun permanen.
 

Tahan 50 Tahun, Siap Hadapi Iklim Tropis
 

Tak hanya cepat, rumah modular juga dirancang tahan lama. Umur bangunan diproyeksikan mencapai 50 tahun dan tahan terhadap kelembapan tinggi—tantangan khas wilayah Indonesia.
 

Konsep ini bahkan bisa dikembangkan menjadi hunian vertikal hingga empat lantai, sekaligus solusi penataan kawasan kumuh.
 

Pemkot Tangerang Siap Adopsi
 

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan menyatakan kesiapan daerah untuk mengintegrasikan teknologi ini dalam program bedah rumah.
 

“Hingga kini sudah 10.893 rumah dibedah. Modular bisa mempercepat program tersebut,” katanya.
 

Artinya, inovasi ini tak berhenti di seremoni, tapi langsung diarahkan ke implementasi.
 

Bangun 3 Hari, Tahan Gempa dan Api
 

Dari sisi teknologi, Direktur PT Songsong Indonesia Emas Ricky A. D. menjelaskan, rumah modular sudah teruji di berbagai negara.
 

Pemasangannya hanya butuh sekitar tiga hari per unit. Selain itu:
 

1. Tahan gempa 

2. Tahan tekanan udara 

3. Memiliki insulasi (lebih sejuk) 

4. Tahan api dan ramah lingkungan 
 

Teknologi ini dikembangkan bersama perusahaan G Songuo dari Shandong, Tiongkok.
 

Harga Terjangkau, Rasa ‘Apartemen Premium’
 

Selain cepat dan kuat, rumah modular juga dirancang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
 

Warga yang melihat langsung unit contoh pun terkesan.
 

“Rasanya seperti apartemen premium, nyaman dan aman,” ujar Ilham, salah satu pengunjung.
 

Solusi Nyata Kebutuhan Hunian Nasional
 

Kehadiran rumah modular menjadi bagian dari strategi besar pemerintahan Prabowo Subianto dalam mengejar target tiga juta rumah.
 

Dengan kolaborasi pusat dan daerah, konsep ini digadang-gadang jadi game changer di sektor perumahan nasional.
 

Bisa Dikunjungi Langsung
 

Sebagai bagian dari sosialisasi, masyarakat bisa melihat langsung unit contoh rumah modular di Rumah Budaya Betawi Cipondoh.
 

Dari sini, satu pesan menguat: masa depan perumahan Indonesia bisa jadi tidak lagi menunggu lama—cukup hitungan hari.rajamedia

Komentar: