Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Tangsel Siaga Hantavirus! Dinkes Warning Warga Waspada Penyakit dari Tikus

Laporan: Firman
Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:26 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Allin Hendalin Mahdaniar - Foto: Dok Pemkot Tangsel -
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Allin Hendalin Mahdaniar - Foto: Dok Pemkot Tangsel -

RMBANTEN.COM - Kota Tangsel – Warga Tangerang Selatan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit Hantavirus yang mulai menjadi perhatian nasional.
 

Kewaspadaan itu menyusul terbitnya Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor SR.03.02/C/2572/2026 tentang Kewaspadaan Penyakit Virus Hanta.
 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Allin Hendalin Mahdaniar memastikan hingga kini belum ditemukan kasus Hantavirus di Tangsel.
 

“Berdasarkan data pemantauan melalui SKDR dan surveilans penyakit infeksi emerging, hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus di Kota Tangsel,” kata Allin, Sabtu (16/5/2026).
 

Hantavirus Menyerang Pernapasan
 

Allin menjelaskan Hantavirus merupakan penyakit zoonotik yang ditularkan dari tikus dan celurut melalui urine, feses, air liur, hingga debu yang terkontaminasi.
 

Penyakit ini dapat menimbulkan dua kondisi serius, yakni Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).
 

“Gejalanya mulai dari demam, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan berat,” ujarnya.
 

Klaster Hantavirus Muncul di Kapal Pesiar
 

Meski belum ditemukan kasus di Tangsel, Dinkes meminta masyarakat tidak lengah.
 

Pasalnya, laporan global terbaru menunjukkan adanya klaster kasus Hantavirus tipe HPS di kapal pesiar internasional yang berpotensi memicu penyebaran lintas negara.
 

Sementara di Indonesia, kasus Hantavirus tipe HFRS diketahui sudah muncul di sejumlah provinsi sejak 2024 hingga 2026.
 

Perkuat Pengawasan dan Deteksi Dini
 

Menghadapi potensi penyebaran penyakit tersebut, Dinkes Tangsel memperkuat sistem pengawasan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).
 

Pemantauan dilakukan terhadap kasus ISPA, pneumonia, Severe Acute Respiratory Infection (SARI), hingga sindrom demam dengan gejala tidak spesifik.
 

“Kami juga meningkatkan deteksi dini di puskesmas dan rumah sakit,” kata Allin.
 

Rumah Sakit dan Puskesmas Disiagakan
 

Selain pengawasan, Dinkes Tangsel juga menyiagakan rumah sakit dan puskesmas untuk penanganan awal apabila ditemukan kasus mencurigakan.
 

Tenaga kesehatan diminta menerapkan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD).
 

Dinkes juga menyiapkan ruang isolasi sementara dan memperkuat sistem rujukan ke rumah sakit penanganan penyakit infeksi emerging.
 

Warga Diimbau Hindari Kontak dengan Tikus
 

Allin meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan pola hidup bersih dan sehat.
 

Warga diminta rajin mencuci tangan, memakai masker saat sakit, menjaga daya tahan tubuh, serta menghindari kontak langsung dengan tikus dan kotorannya.
 

“Masyarakat juga diminta menutup akses masuk hewan pengerat ke dalam rumah dan menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
 

Ia juga mengingatkan pelaku perjalanan luar negeri agar mematuhi imbauan kesehatan dan memantau informasi resmi pemerintah terkait perkembangan Hantavirus.rajamedia

Komentar: