Tanpa APBN Menteng Tenggulun Disulap Jadi Sentra Kuliner Rakyat, Dulu Kumuh-Kini Bangkit!
RMBANTEN.COM — Jakarta — Wajah baru kawasan Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, yang selama ini identik dengan wilayah kumuh dan terpinggirkan, kini menjadi hidup dan bangkit. Transformasi kawasan ini digerakkan melalui kolaborasi lintas sektor dengan semangat gotong royong, tanpa bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan, penataan Menteng Tenggulun bukan sekadar renovasi fisik, melainkan upaya menyeluruh untuk menghidupkan kembali ekonomi rakyat dan martabat kawasan.
_1769679428.jpg)
“Kami meninjau langsung penataan kawasan Menteng Tenggulun yang diarahkan menjadi sentra kuliner rakyat. Ini kerja kolaboratif, bukan proyek elitis,” ujar Maruarar, Rabu (28/1/2026).
Kolaborasi Lintas Sektor, Bukan Sekadar Renovasi
Maruarar menjelaskan, penataan kawasan dilakukan melalui sinergi berbagai pihak, mulai dari Badan Pusat Statistik (BPS), Permodalan Nasional Madani (PNM), Sarana Multigriya Finansial (SMF), komunitas 10 Banker Perempuan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hingga unsur masyarakat.
Penataan meliputi pembenahan rumah dan lingkungan, pengaturan akses kawasan, serta pengelolaan sampah terpadu agar memiliki nilai ekonomi.

“Penataan ini tidak berhenti pada bangunan. Kita dorong ekonomi warga, khususnya UMKM kuliner, agar tumbuh dan berdaya saing,” tegasnya.
UMKM Kuliner Jadi Motor Kebangkitan Warga
Fokus utama transformasi Menteng Tenggulun adalah penguatan ekonomi berbasis UMKM. Warga dibina agar mampu mengembangkan usaha kuliner rakyat, sekaligus menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi ekonomi lokal yang tertata dan produktif.
Menurut Maruarar, pendekatan ini membuktikan bahwa penataan kawasan kumuh bisa berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi, tanpa menggusur dan tanpa mematikan mata pencaharian warga.
Tanpa APBN, Bukti Keberpihakan pada Rakyat
Menariknya, seluruh proses transformasi Menteng Tenggulun dilakukan tanpa menggunakan dana APBN. Hal ini, kata Maruarar, menjadi bukti bahwa kolaborasi, keberpihakan, dan kemauan politik dapat menghadirkan solusi nyata bagi rakyat.

“Ini bukti bahwa perubahan bisa dilakukan tanpa APBN. Yang penting keberpihakan dan kemauan untuk bekerja bersama rakyat,” ujarnya.
Kawasan Tertata, Harapan Kembali Hidup
Ke depan, Menteng Tenggulun didorong menjadi kawasan yang tertata, produktif, dan berkelanjutan—bukan hanya sebagai ruang hunian, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi rakyat.
“Menteng Tenggulun kita dorong menjadi tempat ekonomi rakyat tumbuh dan harapan kembali hidup,” pungkas Maruarar.![]()
Patandang 5 hari yang lalu
Peristiwa | 6 hari yang lalu
Kaamanan | 6 hari yang lalu
Warta Banten | 6 hari yang lalu
Patandang | 4 hari yang lalu
Warta Banten | 5 hari yang lalu
Kaamanan | 4 hari yang lalu
Kaamanan | 4 hari yang lalu
Warta Banten | 6 hari yang lalu
Warta Banten | 2 hari yang lalu
