Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Gotong Royong Lintas Iman, Natal Nasional 2025 Jadi Sejarah Bangsa

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 05 Januari 2026 | 01:03 WIB
Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), Prima Surbakti - Istimewa -
Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), Prima Surbakti - Istimewa -

RMBANTEN.COM - Jakarta - Perayaan Natal Nasional 2025 mencatat sejarah baru dalam perjalanan kebangsaan Indonesia. Tanpa menggunakan dana APBN, APBD, maupun BUMN, seluruh pembiayaan perayaan Natal digerakkan murni dari gotong royong masyarakat lintas iman.
 

Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), Prima Surbakti, menegaskan bahwa tidak ada sepeser pun uang negara yang digunakan dalam penyelenggaraan Natal Nasional tahun ini.
 

“Dana atau biaya Natal Nasional 2025 itu tanpa menggunakan uang APBN, APBD, dan BUMN. Artinya, tidak ada uang negara. Ini satu sejarah dan harus kita apresiasi panitia Natal, khususnya Ketua Panitia Natal Bung Maruarar Sirait,” tegas Prima kepada Raja Media Network (RMN),  Minggu (4/1/2026).
 

Menurutnya, keberhasilan Panitia Natal Nasional 2025 menggerakkan solidaritas masyarakat menjadi bukti kuat bahwa semangat gotong royong masih hidup dan relevan di tengah bangsa Indonesia.
 

Gotong Royong Lintas Iman
 

Prima mengungkapkan, dana gotong royong yang terkumpul bahkan mencapai lebih dari Rp62 miliar. Yang menarik, sebagian dari dana tersebut berasal dari solidaritas saudara-saudara Muslim Indonesia.
 

“Yang paling penting, ada banyak dana—yang saya dengar terakhir lebih dari Rp10 miliar—itu gotong royong dari saudara-saudara kita Muslim untuk membantu Natal. Ini nilai persaudaraan yang sangat luar biasa,” ujarnya.
 

Ia menilai, Natal Nasional 2025 bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi momentum kebangsaan yang memperlihatkan wajah Indonesia yang rukun, saling menopang, dan menjunjung tinggi kemanusiaan.
 

80 Persen Dana untuk Aksi Sosial Dalam Negeri
 

Prima menjelaskan, sekitar 80 persen dana gotong royong—atau kurang lebih Rp50 miliar—dialokasikan langsung untuk aksi sosial di dalam negeri.

Bantuan tersebut mencakup penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pemberian beasiswa kepada 1.000 anak muda, pengadaan 35 unit ambulans di 10 kota, pembangunan jembatan, pembagian kursi roda untuk lansia, hingga distribusi kitab suci Alkitab bagi masyarakat dan warga gereja.
 

“Angka besar itu digunakan untuk masyarakat Indonesia. Karena kita sadar, saudara-saudara kita di dalam negeri masih sangat membutuhkan uluran tangan,” kata Prima.
 

Panitia juga merencanakan aksi sosial lanjutan pada Januari 2026 di 10 kota, sebagai bentuk keberlanjutan gerakan kemanusiaan Natal Nasional.
 

Persembahan Natal untuk Palestina
 

Selain fokus di dalam negeri, Natal Nasional 2025 juga mengusung nilai kemanusiaan universal. Prima menegaskan, persembahan yang dihimpun saat perayaan Natal akan disalurkan untuk membantu rakyat Palestina melalui Kedutaan Besar Palestina.
 

“Nilai kemanusiaan itu harus universal. Kita hadir di Indonesia, tapi kita juga hadir untuk saudara-saudara kita di Palestina,” ujarnya.
 

Ia menegaskan bahwa dukungan untuk Palestina bukan persoalan agama, melainkan persoalan kemanusiaan dan keadilan global.
 

Konsolidasi Pemuda dan Pemulihan Pascabencana
 

Prima juga menyoroti peran GMKI dalam mengonsolidasikan pemuda lintas iman, khususnya mahasiswa, untuk terlibat aktif dalam pemulihan pascabencana.
 

“Kita ajak seluruh mahasiswa dan masyarakat Indonesia bergandengan tangan memulihkan Sumatera. Teman-teman aktivis turun ke jalan, menggalang dana, membagikan sembako, melakukan healing, hingga membantu membersihkan rumah warga,” jelasnya.
 

GMKI, lanjut Prima, juga akan terus mengawal pemerintah agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berjalan cepat dan tepat sasaran.
 

Dorong Perdamaian Dunia
 

Terkait Palestina, Prima meminta elit-elit dunia untuk menahan diri dan tidak mengorbankan nilai kemanusiaan demi kepentingan politik.
 

“Kita memandang apa yang terjadi di Palestina bukan persoalan agama, tetapi persoalan politik. Jangan sampai kepentingan politik mengorbankan masyarakat sipil,” tegasnya.
 

Ia menekankan pentingnya dialog, penghormatan terhadap kedaulatan Palestina, serta upaya bersama agar dunia kembali damai dan harmonis.
 

“Natal Nasional 2025 hari ini sudah mencerminkan nilai kemanusiaan universal: hadir di dalam negeri, bergotong royong, dan juga hadir untuk dunia,” pungkas Prima.rajamedia

Komentar: