Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

SLIK Bermasalah Bukan Hambatan! Menteri Ara Bukakan Akses Kredit Rumah

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 14 April 2026 | 09:31 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi - Foto: Dok. Ig Maruarar -
Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi - Foto: Dok. Ig Maruarar -

RMBANTEN.COM — Jakarta — Angin segar datang untuk rakyat kecil. Menteri PKP Maruarar Sirait mengumumkan kebijakan baru yang membuka peluang lebih luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah.
 

Lewat unggahan di Instagram pribadinya, Maruarar menyampaikan bahwa masyarakat dengan catatan SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan)  di bawah Rp1 juta kini tetap bisa mengajukan kredit rumah subsidi.
 

SLIK Bermasalah Tak Lagi Jadi Penghalang
 

Kebijakan ini jadi terobosan penting. Selama ini, riwayat kredit yang bermasalah kerap menjadi tembok penghalang bagi masyarakat untuk mengakses pembiayaan rumah.
 

Kini, dengan batas toleransi tertentu, akses itu dibuka.
 

“Ini langkah nyata agar semakin banyak masyarakat bisa memiliki rumah layak huni,” tegas Maruarar, Senin (14/4/2026).
 

Keputusan ini diambil bersama Otoritas Jasa Keuangan setelah melalui proses panjang dan berbagai pertemuan intensif.
 

Apresiasi untuk OJK, Minta Eksekusi Tanpa Hambatan
 

Maruarar atau akrab dipanggil Ara, juga memberikan apresiasi kepada Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, beserta jajaran.
 

Ia menilai OJK bergerak cepat, profesional, dan berpihak kepada rakyat.
 

Namun, ia mengingatkan agar kebijakan ini tidak terhambat di lapangan.
 

“Harus segera diimplementasikan. Jangan ada birokrasi yang menghambat,” tegasnya.
 

Satgas 3 Juta Rumah Dibentuk
 

Tak berhenti di situ, pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan.
 

Akan dibentuk Satgas Percepatan Program 3 Juta Rumah yang melibatkan:
 

1. OJK 

2. BP Tapera 

3. Pengembang 
 

Tujuannya jelas: mempercepat pembangunan rumah rakyat agar lebih efektif dan tepat sasaran.
 

Era Prabowo: Rumah untuk Rakyat, Bukan Janji
 

Maruarar menegaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintahan Prabowo Subianto.
 

Fokusnya: menghadirkan kebijakan konkret yang benar-benar dirasakan masyarakat kecil.
 

“Rumah untuk rakyat, bukan sekadar janji, tapi kerja nyata,” tegasnya.
 

Akses Dibuka, Harapan Menguat
 

Dengan kebijakan ini, pintu kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah semakin terbuka.
 

Pesannya sederhana tapi kuat: negara mulai merapikan akses, agar lebih banyak rakyat punya rumah sendiri.rajamedia

Komentar: