Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Andra Soni, Sachrudin, dan Masyarakat Bebersih Kali Sabi: 40 Ton Sampah Diangkut!

Laporan: Firman
Minggu, 24 Mei 2026 | 07:13 WIB
Kali Sabi di Kota Tangerang dibersihkan. Lebih dari 40 ton sampah berhasil diangkut - Foto: Dok Pemkot Tangerang -
Kali Sabi di Kota Tangerang dibersihkan. Lebih dari 40 ton sampah berhasil diangkut - Foto: Dok Pemkot Tangerang -

RMBANTEN.COM — Kota Tangerang — Ancaman banjir di wilayah perkotaan tak lagi bisa ditangani setengah hati. Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Kota Tangerang dan masyarakat kini bergerak bersama membersihkan sungai demi menekan risiko bencana hidrometeorologi.
 

Aksi bebersih Kali Sabi di kawasan Cibodas, Kota Tangerang, Sabtu (23/5/2026), menjadi bukti nyata kolaborasi tersebut.
 

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Andra Soni bersama Sachrudin.
 

Keduanya turun langsung menyaksikan gerakan bersih kali yang melibatkan pemerintah, komunitas lingkungan, hingga masyarakat sekitar.
 

"Banjir Tak Bisa Dicegah Kalau Sungai Kotor"
 

Dalam kesempatan itu, Andra Soni menegaskan penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan normalisasi sungai.
 

Menurutnya, kesadaran masyarakat menjaga kebersihan kali dan sungai menjadi faktor penting dalam mitigasi bencana.
 

“Selain normalisasi, perlu upaya bersama dalam mencegah banjir, salah satunya melalui gerakan rutin bebersih kali dan sungai yang melibatkan masyarakat. Pencegahan bencana hidrometeorologi adalah tanggung jawab bersama,” ujar Andra.
 

Ia menambahkan, Pemprov Banten terus melakukan berbagai langkah mitigasi, mulai dari normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS), situ, hingga waduk di sejumlah wilayah rawan banjir.
 

“Pemprov Banten terus berikhtiar mengurangi risiko banjir melalui normalisasi sungai dan situ sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana,” lanjutnya.
 

"Pemerintah Tak Bisa Kerja Sendiri"
 

Senada dengan Andra, Wali Kota Tangerang Sachrudin menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menangani persoalan banjir perkotaan.
 

Ia menyebut pendekatan pentahelix — melibatkan pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat — menjadi kunci keberhasilan mitigasi banjir.
 

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam mitigasi banjir. Dibutuhkan kolaborasi bersama seluruh stakeholder, termasuk komunitas dan masyarakat,” kata Sachrudin.
 

Ia juga memberikan apresiasi kepada Banksasuci Foundation yang dinilai konsisten menggerakkan aksi peduli sungai bersama pemerintah daerah.
 

“Gerakan bebersih kali seperti ini harus terus digalakkan. Kami mengapresiasi Banksasuci Foundation yang secara konsisten melakukan aksi bersih-bersih sungai dan kali,” tambahnya.
 

Hampir 40 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi
 

Sementara itu, Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus, mengungkapkan hasil aksi kali ini cukup mengejutkan.
 

Dalam kegiatan yang dibagi ke beberapa segmen bersama UPTD DAS Cidurian-Cisadane dan DPUPR Kota Tangerang itu, total 39,7 ton sampah berhasil diangkut dari aliran Kali Sabi.
 

“Tadi aksi dibagi dalam beberapa segmen bersama UPTD DAS Cidurian-Cisadane, DPUPR Kota Tangerang, dan Banksasuci. Alhamdulillah sebanyak 39,7 ton sampah berhasil diangkut dari Kali Sabi,” tandas Ade Yunus.
 

Jumlah tersebut kembali menunjukkan persoalan sampah sungai masih menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan potensi banjir di wilayah perkotaan.rajamedia

Komentar: