Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Menteri Ara: Pedagang Warung & Tukang Odong-Odong Kini Bisa Punya Rumah Murah!

Laporan: Iyan Sopian
Rabu, 29 April 2026 | 14:22 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait  bersama KPR Sejahtera BCA- Foto: Kementerian PKP -
Menteri PKP Maruarar Sirait bersama KPR Sejahtera BCA- Foto: Kementerian PKP -

RMBANTEN.COM  — Jakarta —  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menghadiri kegiatan akad massal KPR Sejahtera BCA bersama Vista Land Group di Perumahan Puri Harmoni Indah, Serang, Selasa (28/4/2026).
 

Program ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk pekerja informal tanpa gaji tetap, kini makin terbuka jalannya untuk memiliki rumah sendiri.
 

Sebanyak 51 unit rumah diakadkan serentak pada tiga lokasi, yakni Puri Harmoni Indah Serang, Grand Harmoni Indah Cileungsi Bogor, dan Puri Harmoni Cikasungka Tangerang.
 

"Swasta Ikut Bantu Rakyat Punya Rumah"
 

Menteri yang akrab disapa Ara itu mengapresiasi langkah BCA yang dinilai langsung membantu program perumahan nasional.
 

“Kami mengapresiasi inisiatif BCA yang turut membantu masyarakat berpenghasilan rendah melalui skema pembiayaan yang terjangkau. Ini menjadi contoh nyata keterlibatan sektor swasta dalam mendukung program perumahan nasional,” ujar Ara.
 

Ia menegaskan, penyediaan rumah tak cukup hanya membangun unit, tetapi juga harus memperhatikan lokasi strategis yang dekat sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, dan pusat ekonomi.
 

Bunga 5 Persen, DP 1 Persen
 

Direktur Utama BCA Hendra Lembong menjelaskan, program KPR Sejahtera merupakan dukungan nyata BCA terhadap target pembangunan tiga juta rumah.

“Kami mendukung program pembangunan tiga juta rumah dengan menyediakan subsidi di bidang perumahan menggunakan dana BCA. Skema yang digunakan serupa dengan KPR Subsidi FLPP yang dijalankan BP Tapera, yakni bunga 5 persen dan uang muka 1 persen,” jelasnya.
 

Skema ini dinilai sangat membantu masyarakat kecil yang selama ini kesulitan masuk sistem pembiayaan formal.
 

Vista Land Sudah Bangun 5.000 Rumah
 

Direktur Vista Land Group Esther Kristiany Hadi menyampaikan pihaknya terus berkomitmen menyediakan rumah layak bagi masyarakat.
 

Hingga kini, Vista Land telah membangun sekitar 5.000 unit rumah dan siap melanjutkan kolaborasi dengan pemerintah maupun perbankan.
 

Pedagang Warung Kini Punya Rumah Sendiri
 

Program ini bukan sekadar angka. Banyak keluarga kecil kini benar-benar merasakan manfaatnya.
 

Syahria, seorang pedagang warung, mengaku haru bisa memiliki rumah sendiri setelah sebelumnya tinggal bersama orang tua bersama dua anaknya.

“Saya sangat bersyukur bisa punya rumah sendiri. Prosesnya mudah, walaupun saya tidak punya penghasilan tetap. Rumahnya juga nyaman dan bagus,” ujarnya.
 

Tukang Odong-Odong Lolos KPR
 

Cerita serupa datang dari Rifky, pelaku usaha odong-odong. Ia awalnya tak percaya bisa mengajukan KPR tanpa slip gaji.
 

“Awalnya saya ragu, tapi setelah tanya ke marketing ternyata bisa walaupun tidak punya slip gaji. Prosesnya juga mudah. Saya senang sekali akhirnya bisa punya rumah sendiri, apalagi cicilannya masih terjangkau,” katanya.
 

Dengan cicilan sekitar Rp1,3 juta per bulan selama 15 tahun, Rifky kini memiliki kepastian tempat tinggal bagi keluarganya.
 

“Terima kasih kepada Presiden dan BCA yang sudah membantu kami masyarakat kecil untuk punya rumah impian,” tambahnya.
 

Bukan untuk Pegawai Bergaji Tetap
 

Menteri Ara menegaskan arahan Presiden jelas: kepemilikan rumah harus terbuka bagi semua lapisan masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan pekerja sektor informal.
 

“Inilah yang menjadi arahan Presiden, bahwa kepemilikan rumah tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat dengan gaji tetap. Masyarakat dengan penghasilan non fixed income juga harus difasilitasi agar dapat memiliki rumah melalui skema pembiayaan yang inklusif,” tegasnya.
 

Negara Hadir untuk Rakyat Kecil
 

Kolaborasi pemerintah, bank, dan pengembang ini menjadi pesan kuat bahwa rumah layak tak boleh menjadi mimpi mahal.
 

Kini, pedagang warung, tukang odong-odong, dan pekerja informal lainnya punya peluang yang sama: memiliki kunci rumah sendiri.rajamedia

Komentar: