Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Ara Wacanakan Satu Rumah Satu Pohon, Pengembang Diajak Hijaukan Indonesia

Laporan: Zaki
Jumat, 08 Mei 2026 | 20:31 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait, saat menghadiri kegiatan Penanaman Sejuta Pohon di Taman Kehati Kotabaru bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kamis (7/5/2026). - Foto: Dok Kemen PKP -
Menteri PKP Maruarar Sirait, saat menghadiri kegiatan Penanaman Sejuta Pohon di Taman Kehati Kotabaru bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kamis (7/5/2026). - Foto: Dok Kemen PKP -

RMBANTEN.COM - Lampung – Menteri Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menghadiri kegiatan Penanaman Sejuta Pohon di Taman Kehati Kotabaru bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kamis (7/5/2026).
 

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka peringatan HUT Real Estat Indonesia (REI).
 

Menteri PKP Soroti Hunian Ramah Lingkungan
 

Dalam kesempatan itu, Maruarar menegaskan pembangunan perumahan harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan.
 

“Kita tidak boleh hanya membangun rumah dan kawasan, tetapi juga harus menjaga lingkungan dan masa depan generasi berikutnya,” ujar Maruarar.
 

Usul Satu Rumah Satu Pohon
 

Ara - saapan akrab-  Maruarar mengungkapkan Kementerian PKP tengah menyiapkan kebijakan baru terkait penghijauan kawasan perumahan.

Salah satunya mewajibkan penanaman satu pohon untuk setiap rumah yang dibangun, baik rumah subsidi maupun komersial.
 

“Kementerian PKP ke depan berencana membuat kebijakan kewajiban menanam satu pohon untuk satu rumah,” katanya.
 

Disebut Jadi Investasi Lingkungan
 

Menurut Maruarar, jika jutaan rumah baru dibangun dan masing-masing menanam satu pohon, dampaknya akan besar terhadap kualitas lingkungan.
 

Ia menilai penghijauan menjadi bagian penting dalam menciptakan kawasan hunian yang sehat dan berkelanjutan.
 

Pembangunan Tak Boleh Abaikan Ekosistem
 

Maruarar mengatakan sektor perumahan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ruang terbuka hijau, kualitas udara, dan keberlanjutan ekosistem.
 

“Kita ingin pembangunan perumahan semakin memperhatikan aspek lingkungan,” ujarnya.
 

Apresiasi Langkah REI
 

Dalam kegiatan itu, Maruarar juga mengapresiasi REI yang dinilai aktif mendukung isu pelestarian lingkungan.
 

Ia menyebut penanaman pohon menjadi contoh kolaborasi positif antara pemerintah dan pelaku usaha properti.

“Kita ingin pembangunan properti tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan,” katanya.
 

Libatkan Masyarakat dan Komunitas
 

Kegiatan penanaman pohon tersebut melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha properti, komunitas lingkungan, hingga masyarakat sekitar.
 

Berbagai jenis pohon ditanam di kawasan Taman Kehati Kotabaru untuk memperkuat fungsi ruang terbuka hijau.
 

Pohon Dinilai Punya Banyak Manfaat
 

Menurut Maruarar, pohon bukan sekadar penghijauan, tetapi juga bagian dari perlindungan lingkungan dan pengendalian suhu udara.
 

“Pohon juga menjaga kualitas udara dan menciptakan ruang hidup yang lebih baik,” ujarnya.
 

REI Klaim Dukung Lingkungan
 

Ketua Umum REI Joko Suranto mengatakan penanaman sejuta pohon menjadi bentuk kontribusi nyata sektor properti terhadap lingkungan.
 

“Kami ingin pembangunan properti tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.rajamedia

Komentar: