Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

4.000 Ton/Hari Sampah Siap Disulap Jadi Energi, KLH Gaspol Pembangunan PSEL di Banten!

Laporan: Firman
Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:09 WIB
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq - Foto: Dok. KLH -
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq - Foto: Dok. KLH -

RMBANTEN.COM - Kota Serang – Pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Provinsi Banten. Proyek ambisius ini ditargetkan mampu mengolah hingga 4.000 ton sampah per hari—sekaligus menjawab krisis sampah dan kebutuhan energi.
 

Langkah ini menjadi sinyal serius: sampah tak lagi sekadar masalah, tapi potensi energi masa depan.
 

Dua Lokasi Strategis, Target Rampung 3 Tahun
 

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan proyek ini akan dibangun di dua titik utama:
 

1. Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang 

2. Cilowong, Kota Serang 
 

Kedua fasilitas tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tiga tahun, dengan pendanaan dari Danantara sebagai bagian dari percepatan infrastruktur berbasis energi.
 

“Pembangunan PSEL ini penting untuk penanganan sampah di hilir, tapi keberhasilannya tetap bergantung dari hulu,” tegas Hanif.
 

Kunci Utama: Sampah Harus Dipilah
 

Hanif mengingatkan, teknologi canggih tidak akan berarti tanpa perubahan perilaku masyarakat. Pemilahan sampah menjadi kunci utama keberhasilan proyek ini.
 

Tanpa pemilahan, biaya pengolahan justru akan membengkak.
 

“Apapun teknologinya, fondasi utamanya adalah sampah terpilah. Kalau tidak, biaya akan tinggi dan bisa membebani masyarakat,” ujarnya.
 

Kolaborasi Pusat-Daerah, Proyek Segera Dilelang
 

Proyek ini melibatkan kolaborasi lintas pemerintah—pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota di wilayah Serang Raya.
 

Dokumen kerja sama telah ditandatangani dan segera diajukan ke pihak pendanaan untuk masuk tahap lelang.
 

Proses lelang diperkirakan memakan waktu beberapa bulan, mengingat skala investasi yang besar dan pelaksanaan berskala nasional.
 

Edukasi Jadi Kunci Selama Masa Pembangunan
 

Gubernur Banten, Andra Soni, memastikan pemerintah daerah tidak tinggal diam selama proyek berjalan.
 

Fokus utama adalah edukasi masif kepada masyarakat soal pemilahan sampah dari rumah tangga.
 

“Selama pembangunan, kami akan intensifkan sosialisasi pemilahan sampah secara masif,” ujarnya.
 

Menuju Sistem Sampah Terpadu Serang Raya
 

Fasilitas PSEL ini dirancang sebagai pusat pengelolaan sampah regional berbasis aglomerasi Serang Raya—mencakup Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.
 

Target besarnya:
 

1. Pengurangan sampah dari sumber 

2. Pemilahan yang efektif 

3. Pengolahan berbasis teknologi 

4. Produksi energi listrik 
 

Dari Beban Jadi Berkah Energi
 

Proyek ini bukan sekadar infrastruktur, tapi perubahan paradigma. Sampah yang selama ini menjadi beban, diarahkan menjadi sumber energi berkelanjutan.
 

Jika berhasil, Banten bukan hanya bebas dari darurat sampah—tetapi juga menjadi pionir energi berbasis limbah di Indonesia.rajamedia

Komentar: