4.000 Ton/Hari Sampah Siap Disulap Jadi Energi, KLH Gaspol Pembangunan PSEL di Banten!
RMBANTEN.COM - Kota Serang – Pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Provinsi Banten. Proyek ambisius ini ditargetkan mampu mengolah hingga 4.000 ton sampah per hari—sekaligus menjawab krisis sampah dan kebutuhan energi.
Langkah ini menjadi sinyal serius: sampah tak lagi sekadar masalah, tapi potensi energi masa depan.
Dua Lokasi Strategis, Target Rampung 3 Tahun
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan proyek ini akan dibangun di dua titik utama:
1. Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang
2. Cilowong, Kota Serang
Kedua fasilitas tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tiga tahun, dengan pendanaan dari Danantara sebagai bagian dari percepatan infrastruktur berbasis energi.
“Pembangunan PSEL ini penting untuk penanganan sampah di hilir, tapi keberhasilannya tetap bergantung dari hulu,” tegas Hanif.
Kunci Utama: Sampah Harus Dipilah
Hanif mengingatkan, teknologi canggih tidak akan berarti tanpa perubahan perilaku masyarakat. Pemilahan sampah menjadi kunci utama keberhasilan proyek ini.
Tanpa pemilahan, biaya pengolahan justru akan membengkak.
“Apapun teknologinya, fondasi utamanya adalah sampah terpilah. Kalau tidak, biaya akan tinggi dan bisa membebani masyarakat,” ujarnya.
Kolaborasi Pusat-Daerah, Proyek Segera Dilelang
Proyek ini melibatkan kolaborasi lintas pemerintah—pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota di wilayah Serang Raya.
Dokumen kerja sama telah ditandatangani dan segera diajukan ke pihak pendanaan untuk masuk tahap lelang.
Proses lelang diperkirakan memakan waktu beberapa bulan, mengingat skala investasi yang besar dan pelaksanaan berskala nasional.
Edukasi Jadi Kunci Selama Masa Pembangunan
Gubernur Banten, Andra Soni, memastikan pemerintah daerah tidak tinggal diam selama proyek berjalan.
Fokus utama adalah edukasi masif kepada masyarakat soal pemilahan sampah dari rumah tangga.
“Selama pembangunan, kami akan intensifkan sosialisasi pemilahan sampah secara masif,” ujarnya.
Menuju Sistem Sampah Terpadu Serang Raya
Fasilitas PSEL ini dirancang sebagai pusat pengelolaan sampah regional berbasis aglomerasi Serang Raya—mencakup Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.
Target besarnya:
1. Pengurangan sampah dari sumber
2. Pemilahan yang efektif
3. Pengolahan berbasis teknologi
4. Produksi energi listrik
Dari Beban Jadi Berkah Energi
Proyek ini bukan sekadar infrastruktur, tapi perubahan paradigma. Sampah yang selama ini menjadi beban, diarahkan menjadi sumber energi berkelanjutan.
Jika berhasil, Banten bukan hanya bebas dari darurat sampah—tetapi juga menjadi pionir energi berbasis limbah di Indonesia.![]()
Patandang 6 hari yang lalu
Patandang | 3 hari yang lalu
Warta Banten | 6 hari yang lalu
Nagara | 1 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Warta Banten | 6 hari yang lalu
Pulitik Jero | 4 hari yang lalu
Parlemen | 2 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Nagara | 5 hari yang lalu