Banten Masuk 8 Besar Produsen Beras Nasional, Produksi Tembus 1,8 Juta Ton
RMBANTEN.COM - Serang – Gubernur Banten, Andra Soni, mengungkapkan Banten kini masuk delapan besar nasional sebagai produsen beras terbesar di Indonesia.
Pencapaian itu disebut memperkuat posisi Banten sebagai daerah dengan ketahanan pangan yang tangguh.
Produksi Beras Tembus 1,8 Juta Ton
Pernyataan itu disampaikan Andra saat menghadiri kegiatan Tanam Perdana Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (5/5/2026).
“Pada tahun 2025, luas panen padi di Banten mencapai 345.421 hektare dengan total produksi 1,8 juta ton,” kata Andra melansir laman bantenprov.go.id.
Capaian tersebut membuat Banten berada di posisi kedelapan nasional dalam produksi padi.
Ketahanan Pangan Terjaga 6 Tahun
Andra mengatakan, keberhasilan itu sejalan dengan capaian Indeks Ketahanan Pangan Banten yang terus terjaga selama enam tahun berturut-turut.
Ia berharap modernisasi pertanian yang digagas Kementerian Pertanian dapat semakin mendorong pertumbuhan sektor pertanian di wilayahnya.
Produktivitas Bisa Naik Dua Kali Lipat
Menurut Andra, sistem pertanian modern berbasis teknologi mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan.
“Produksi yang awalnya 3,25 hingga 4,5 ton per hektare bisa meningkat menjadi 5,1 sampai 7,5 ton. Bahkan dalam kondisi optimal bisa mencapai 10 ton per hektare,” ujarnya.
Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Ia juga menilai mekanisasi pertanian dapat memangkas biaya produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Peningkatan produksi pangan tersebut diproyeksikan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banten yang memiliki sekitar 3,5 juta penerima manfaat.
“Sebanyak 85 persen kebutuhan MBG berasal dari sektor pertanian dan peternakan,” katanya.
Teknologi Pertanian dari AS
Sementara itu, Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementan, Husnain, menjelaskan sistem PM-AAS dikembangkan dari hasil kunjungan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke sentra padi di Arkansas, Amerika Serikat.
Sistem ini menerapkan pola tanam lebih rapat sehingga populasi tanaman padi meningkat dan hasil panen lebih tinggi.
Percontohan di 14 Provinsi
Saat ini Kementan menjalankan program percontohan PM-AAS seluas 100 hektare di Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Program tersebut menjadi bagian dari 15 lokasi percontohan di 14 provinsi di Indonesia.
Petani Akui Biaya Lebih Hemat
Ketua Kelompok Tani Masyarakat Guyub 1, Andi Kamal, mengaku mekanisasi pertanian membuat biaya tanam jauh lebih murah.
“Kalau manual bisa sampai Rp2 juta per hektare. Dengan mesin cuma sekitar Rp200 ribu,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan alat pertanian modern juga menjadi solusi di tengah minimnya minat generasi muda bekerja di sektor pertanian.![]()
Patandang 1 hari yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Kaamanan | 1 hari yang lalu
Ékobis | 6 hari yang lalu
Patandang | 5 hari yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu
Kaamanan | 1 hari yang lalu
Warta Banten | 4 hari yang lalu
Patandang | 3 hari yang lalu