Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Benyamin Ajak Warga Tangsel Lawan Stigma HIV/AIDS

Laporan: Firman
Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie - Foto: Dok Pemkot Tangsel -
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie - Foto: Dok Pemkot Tangsel -

RMBANTEN.COM — Kota Tangsel — Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat langkah penanganan dan pencegahan HIV/AIDS melalui edukasi masyarakat, layanan kesehatan, hingga kolaborasi lintas sektor.
 

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan persoalan HIV/AIDS tidak bisa dipandang semata sebagai isu kesehatan, tetapi juga menyangkut kesadaran sosial dan kepedulian masyarakat.
 

Karena itu, Benyamin meminta masyarakat menghentikan stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
 

“Penanganan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, komunitas, hingga masyarakat agar upaya pencegahan dan penanganannya berjalan maksimal,” kata Benyamin, Senin (11/5/2026).
 

Pemkot Perkuat Layanan Kesehatan
 

Benyamin menjelaskan Pemkot Tangsel terus memperkuat akses layanan kesehatan melalui fasilitas pemeriksaan dan skrining HIV, layanan konseling, hingga pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan.
 

Langkah itu dilakukan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan akses deteksi dini dan penanganan secara tepat.
 

Menurutnya, layanan kesehatan yang terbuka dan mudah dijangkau menjadi bagian penting dalam menekan penyebaran HIV/AIDS di tengah masyarakat.
 

Generasi Muda Jadi Fokus Edukasi
 

Selain layanan kesehatan, Pemkot Tangsel juga terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat, khususnya kelompok usia produktif dan generasi muda.
 

Edukasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman tentang pencegahan HIV/AIDS serta pentingnya pola hidup sehat.
 

“Kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada ODHA. Mereka harus mendapatkan dukungan dan akses layanan kesehatan yang baik untuk menjalani kehidupan secara optimal,” ujar Benyamin.
 

Gandeng Komunitas dan Sekolah
 

Dalam upaya memperkuat kampanye kesadaran HIV/AIDS, Pemkot Tangsel menggandeng berbagai pihak mulai dari komunitas, organisasi masyarakat, hingga institusi pendidikan.
 

Menurut Benyamin, keterlibatan banyak pihak sangat penting untuk membangun lingkungan sosial yang lebih peduli, sehat, dan inklusif.
 

Ia menilai penanganan HIV/AIDS akan lebih efektif jika dilakukan bersama-sama dan melibatkan masyarakat secara aktif.
 

Lawan HIV dengan Kepedulian
 

Benyamin menegaskan kesadaran bersama menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran HIV/AIDS sekaligus mendukung para ODHA agar tetap dapat menjalani hidup secara optimal.
 

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat memiliki kesadaran bersama untuk melakukan pencegahan sekaligus memberikan dukungan kepada sesama. Dengan begitu, upaya penanganan HIV/AIDS bisa berjalan lebih efektif,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: