Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Kasus Air Keras Aktivis, Kabais Mundur! DPR Sebut Langkah Terhormat

Laporan: Raja Media Network
Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:08 WIB
Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin - Humas DPR -
Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin - Humas DPR -

RMBANTEN.COM - Jakarta – Mundurnya Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Letjen TNI Yudi Abrimantyo pasca polemik kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, menuai sorotan luas. Di satu sisi dianggap sebagai langkah ksatria, di sisi lain publik menuntut keadilan tak berhenti di sini.
 

Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menilai pengunduran diri tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral yang patut diapresiasi.
 

Mundur sebagai Teladan, Bukan Akhir Masalah
 

Menurut TB Hasanuddin, sikap Yudi Abrimantyo mencerminkan integritas seorang pemimpin yang berani bertanggung jawab atas kesalahan di lingkup bawahannya.
 

“Ini menjadi contoh yang baik dan semoga bisa ditiru oleh kita semua,” ujarnya.
 

Langkah ini dinilai penting dalam membangun budaya akuntabilitas di institusi negara, khususnya di tubuh intelijen dan militer.
 

DPR: Proses Hukum Harus Tuntas
 

Meski begitu, TB Hasanuddin menegaskan, pengunduran diri tidak boleh dijadikan penutup kasus. Justru, penegakan hukum harus berjalan lebih tegas dan transparan.
 

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, kata dia, harus diusut hingga ke akar.
 

“Bukan hanya pelaku lapangan, tapi juga aktor intelektual di baliknya. Ini penting agar tidak menimbulkan kekecewaan publik,” tegasnya.
 

DPR Siap Awasi Lewat Tim Intelijen
 

Sebagai mitra pengawas, DPR memastikan akan mengawal kasus ini melalui mekanisme pengawasan intelijen.
 

Langkah ini dilakukan agar proses penyelidikan tidak berhenti di tengah jalan dan tetap terbuka bagi publik.
 

TNI Benarkan Pergantian Kabais
 

Sebelumnya, Markas Besar TNI membenarkan bahwa jabatan Kabais yang dipegang Yudi Abrimantyo telah diserahkan.
 

Kepala Pusat Penerangan TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menyebut penyerahan jabatan tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban atas situasi yang berkembang.
 

“Sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” ujarnya.
 

Publik Menunggu Kejelasan
 

Namun hingga kini, TNI belum mengungkap secara rinci kronologi maupun pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.
 

Di tengah tekanan publik, satu hal menjadi jelas: mundurnya pejabat bukan akhir cerita.
 

Kasus ini kini menjadi ujian serius—bukan hanya bagi penegakan hukum, tetapi juga bagi komitmen negara dalam menjaga keadilan dan kepercayaan publik.rajamedia

Komentar: