Banten Siapkan Sampah Jadi Listrik, Tangerang Raya Dibangun Dua PSEL
RMBANTEN.COM — Serang — Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam mendorong pengelolaan sampah modern berbasis energi listrik.
Salah satu langkah besar yang disiapkan adalah pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah kawasan strategis di Banten.
Pernyataan itu disampaikan Andra saat menerima kunjungan praktisi pengolahan sampah dari PT Solusindo Sampah Energi di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (6/5/2026).
Tangerang Raya Dapat Dua PSEL
Andra mengungkapkan, pemerintah pusat telah memberikan komitmen pembangunan PSEL untuk wilayah Tangerang Raya dan Serang Raya.
Namun khusus Tangerang Raya, proyek tersebut kini berkembang menjadi dua titik pengolahan.
“Karena pertimbangan ke depan, Kabupaten Tangerang juga ingin punya PSEL sendiri,” kata Andra.
Artinya, wilayah Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang diproyeksikan memiliki fasilitas pengolahan sampah mandiri berbasis energi.
Serang Raya Ikut Disiapkan
Selain Tangerang Raya, proyek PSEL juga akan mencakup kawasan Serang Raya.
Wilayah yang masuk dalam skema ini meliputi Kabupaten Serang, Kota Serang, hingga Kota Cilegon.
Sementara Kabupaten Lebak dan Pandeglang disebut masih belum memiliki fasilitas serupa.
Pemprov Banten Tak Punya TPA
Andra menegaskan pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bukan kewenangan pemerintah provinsi.
“Provinsi Banten tidak memiliki TPA. Pengelolaan sampah ada di kabupaten dan kota,” ujarnya.
Karena itu, retribusi sampah juga menjadi kewenangan pemerintah daerah masing-masing.
Sampah Diolah Jadi Energi Uap
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten, Wawan Gunawan, menjelaskan PT Solusindo Sampah Energi memaparkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi uap.
Perusahaan tersebut sebelumnya telah melakukan kajian di kawasan industri petrokimia Kota Cilegon.
“Tinggal komitmen perusahaan dengan calon pembeli atau pemakai uap yang dihasilkan,” kata Wawan.
Teknologi Jepang Tanpa Pilah Sampah
Direktur Utama PT Solusindo Sampah Energi, Mahathir, mengatakan pihaknya menggunakan teknologi asal Jepang bernama Kanadevia.
Teknologi ini telah diterapkan di Jepang, Uni Emirat Arab, India, hingga Singapura.
“Teknologi ini tidak perlu pemilahan sampah,” ujarnya.
Bisa Hasilkan Gas Metan
Menurut Mahathir, sistem tersebut mampu mengurangi kebutuhan lahan penampungan sampah dan menghasilkan residu sangat kecil.
“Asap pembakaran bisa ditangkap untuk diolah menjadi gas metan atau bahan bakar dari plastik,” jelasnya.
Akademisi Jepang Ikut Paparkan Teknologi
Dalam pertemuan itu, Profesor Minoru Fujii dari National Institute for Environmental Studies (NIES) Jepang juga memaparkan efisiensi teknologi pengolahan sampah menjadi energi.
Teknologi tersebut disebut lebih ramah lingkungan dibanding penggunaan gas bumi maupun batu bara.![]()
Patandang 1 hari yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Kaamanan | 2 hari yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu
Kaamanan | 1 hari yang lalu
Patandang | 3 hari yang lalu
Warta Banten | 5 hari yang lalu
Ékobis | 6 hari yang lalu